| Jumat, 02 Juli 2004 | SEMARANG |
Billal, Siswa SD Gayamsari 02-05Duta Olimpiade IPA Tingkat DuniaSEHARI-HARI Billal Maydika Aslam, siswa Kelas V SD Gayamsari 02-05 tak berbeda dari bocah seusianya. Dia suka bermain, apalagi sepak bola. Namun yang boleh dibilang istimewa, kecintaan sekaligus kemampuannnya di bidang ilmu pengetahuan alam. Lewat pelajaran itulah, anak ini bakal mewakili Kota Semarang dan Jateng dalam Olimpiade IPA tingkat internasional yang akan berlangsung 29 November 2004, di Jakarta. Billal, putra Ir Kasdimusa dan Dianawati, mampu menyisihkan teman-temannya pada seleksi tingkat kota dan provinsi. Prestasi bocah kelahiran 11 Mei 1993 ini tentu saja tidak serta merta jatuh dari langit. Ketika anak-anak lain setiap hari berjam-jam menonton televisi, Billal justru lebih senang dalam kesuntukan belajar matematika dan IPA. ''Aku tak suka nonton teve, mendingan buat belajar,'' katanya. Kata Billal, dua pelajaran itu sangat mengasyikkan. ''Banyak hitung-hitungannya. Aku suka itu,'' ungkapnya di sela-sela belajar mempersiapkan diri untuk mengikuti event bergengsi itu, didampingi guru IPA-nya, Sumardi SPd di SD Gayamsari 02-05, kemarin. Billal yang beralamat di Jl Taman Mahesa Mukti II A375 ini juga mengaku belajar tanpa disuruh-suruh oleh bapak dan ibunya. Setiap petang, bahkan hingga malam, dia tak pernah mengisi waktunya tanpa membaca buku. Sendirian. ''Paling-paling kalau menemukan kesulitan, baru tanya Ibu atau Ayah,'' kata Billal yang bercita-cita jadi dosen itu. Apakah dia juga ikut kursus bahasa Inggris untuk mempersiapkan diri menmgikuti olimpiade tingkat internasional itu? Billal mengaku tidak pernah ikut kursus. ''Di sekolah sejak kelas IV aku sudah diajari Bahasa Inggris. Kalau menemui kesulitan, baru tanya,'' katanya. Motivasi Menurut , Sumardi SPd, guru IPA Billal, anak itu memang menonjol dalam pelajaran IPA dan Matematika. ''Dia anak istimewa. Saat tes kenaikan kelas, dia mendapat nilai 9,5 untuk IPA dan Matematika mendapat nilai 9. Dia juga selalu juara kelas,'' katanya, bangga. Menurut Sumardi, sebagai persiapan, Billal mendapat tambahan pelajaran setiap hari dua jam. Pelajaran IPA dari SD sampai SMA. Karena itu, Sumardi membekali Billal dengan mengadopsi pelajaran IPA ala Jerman. ''Saya sebenarnya sangat mengharap bantuan dari kalangan pendidikan, bagaimana sebaiknya menyiapkan Billal agar bisa membawa nama baik daerah dan bangsa.'' Sumardi bercerita, untuk maju ke tingkat internasional, Billal mampu menyisihkan rekan-rekannya dalam seleksi yang menggunakan bahasa Inggris dan bahasa Indonesia, baik tingkat kota maupun provinsi. ''Selain persiapan lomba, Billal perlu tambahan biaya untuk berangkat ke Jakarta mulai 6 Juli mendatang,'' katanya. Sumardi berharap ada perhatian Wali Kota Semarang dan kalangan pendidikan Jateng untuk ikut mendukung Billal ke kejuaraan internasional itu. (Widodo Prasetyo-89) |