| Jumat, 02 Juli 2004 | SEMARANG |
Mobil Digadaikan Ibu Gantung DiriCANDISARI- Diduga pusing lantaran mobilnya digadaikan orang lain, seorang ibu empat anak nekat gantung diri. Korban, Windarti (43), tinggal di RT 1 RW 6 Jangli Krajan, Candisari ditemukan telah meninggal dunia dengan leher terjerat selendang yang diikatkan di palang kusen pintu kamarnya, Rabu (29/6) malam. Jenazahnya Kamis siang telah dikuburkan di pemakaman setempat. Kejadian memilukan itu tidak hanya membuat gempar seisi kampung, namun juga menyisakan duka mendalam bagi suami korban, Hendi Wardoyo (50) dan keempat anak mereka yang masih kecil-kecil. Mereka sama sekali tidak menyangka almarhumah akan nekat mengakhiri hidupnya dengan jalan yang amat tragis. Saat kejadian, Windarti berada di rumah sendirian. Suami dan anak-anaknya sedang keluar. Adalah Fatimah (40), tetangga korban yang kali pertama menemukan mayat Windarti sekitar pukul 19.30. Saat itu Fatimah bermaksud mengantar pulang salah seorang anak Windarti yang bermain di rumahnya sejak sore. Karena pintu depan tertutup, Fatimah mengetuk beberapa kali sambil mengucapkan salam, namun tidak ada jawaban. Dia pun membuka pintu yang tidak terkunci itu. Ketika sampai di depan pintu kamar korban, Fatimah sangat terkejut melihat tubuh Windarti tergantung tak bernyawa. Sambil berlari keluar rumah, dia berteriak histeris hingga mengundang perhatian para tetangga. Puluhan orang segera berdatangan dan merubung di sekitar rumah korban. Mereka berdesak-desakan ingin mengetahui secara persis apa yang terjadi. Bersama warga, petugas Polres Semarang Selatan yang mendatangi lokasi kejadian menurunkan mayat Windarti. Namun, keluarga tidak mengizinkan jenasah dibawa ke rumah sakit. Visum dilakukan saat itu juga di rumah korban. Menurut keterangan sejumlah warga, beberapa hari terakhir Windarti terlihat pusing dan sering marah-marah. Ia seperti sedang memikirkan sesuatu masalah yang berat. Hal itu diduga dipicu hilangnya mobil Suzuki Carry miliknya yang sudah dua minggu dibawa seseorang. Mobil tersebut selama ini memang sering disewakan, dan hasilnya merupakan sumber utama pendapatan rumah tangga keluarga Hendi-Windarti. Hendi sudah pensiun dari pekerjaannya di sebuah bank, sedangkan Windarti sehari-hari mengurus anak di rumah. ''Mobil itu sudah dua minggu tidak dikembalikan, padahal orang yang meminjam bilang hanya menyewa tiga hari. Saya dengar mobil itu malah sudah digadaikan. Mungkin itu yang bikin Bu Windarti jadi pusing berat dan akhirnya gantung diri,'' ujar seorang tetangga korban. Polisi kini melacak keberadaan orang yang meminjam mobil tersebut. Bila terbukti menggadaikan kendaraan itu, orang tersebut bisa ditahan karena melakukan penggelapan. (G3-73) |