logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 02 Juli 2004 SEMARANG
Line

Kata Siapa, Matematika Serem

TAK banyak siswa SMP yang seberuntung Dani Pratomo. Betapa tidak, ketika ribuan siswa lain harus mati-matian mengejar batas nilai minimal 4,01, siswa SMP 1 Semarang ini justru mampu meraih nilai sempurna pada pelajaran Matematika.

Ya, seperti Nadia Comaneci, pesenam Rumania yang mencetak angka 10 dalam olimpiade, Dani juga mencapai nilai maksimal untuk salah satu pelajaran yang di-UAN-kan itu. Cuma tiga siswa di sekolahnya, yang berhasil mencapai nilai ini. Di sekolah lain, siswa yang bisa mencetak skor sempurna pun masih bisa dihitung dengan jari.

''Kata siapa matematika serem. Matematika itu seru,'' katanya, menjawab pertanyaan mengapa ia bisa begitu hebat dalam pelajaran yang kerap menjadi momok bagi siswa lain.

Baginya, semakin sulit dikerjakan, makin tertantang ia untuk menyelesaikannya. Tak heran, ia kerap menghabiskan hari Minggu di rumahnya Jl Kumudasmoro, Bongsari, Semarang Barat, untuk melalap soal-soal bikinan Drs Musyafak SPd, guru matematikanya. ''Padahal, kata teman-teman, soal dari Pak Musyafak serem banget. Sulit dijawab,'' kata anak Semarang kelahiran 17 Oktober 1989 itu.

Dani menyukai matematika sejak duduk di SD Salomo I, Gedungbatu. Dari pelajaran tambahan yang kerap diberikan Warsito, gurunya, putra bungsu pasangan Suwarno-Ngatmi ini semakin jatuh cinta pada pelajaran berhitung. (Achiar M Permana-73)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA