| Jumat, 02 Juli 2004 | BANYUMAS |
Rumah Belum Dibangun, Diserbu PeminatBANJARNEGARA - Memiliki rumah sendiri dengan harga terjangkau masih menjadi dambaan para PNS di Kabupaten Banjarnegara. Peletakan batu pertama pembangunan perumahan rakyat baru dimulai Kamis kemarin, tetapi sudah diserbu peminat yang jumlahnya tercatat 1.800 orang. ''Namun tidak semua PNS di kabupaten ini mampu membeli rumah secara tunai,'' kata Bupati Drs H Jasri ST MM saat meletakkan batu pertama pembangunan perumahan rakyat Bumi Terpadu, di Desa Argasoka Kecamatan Kota. Karena keterbatasan APBD, Bupati mengaku belum bisa mememenuhi kebutuhan paling pokok para pegawainya itu. Karena itu Pemkab perlu bekerja sama dengan pihak ketiga membangun perumahan rakyat seperti itu. ''Meski yang dibangun itu perumahan rakyat, saya meminta pengembang tetap memperhatikan mutu dan kualitas bangunannya. Termasuk yang boleh membeli, tidak hanya PNS, pegawai swasta pun bisa asal memenuhi syarat,'' pesannya. Ketua KSU BMT Fastabiqulkhairat, Rachmat Mubasyir BA, mengatakan koperasinya ditunjuk sebagai pelaksana, sesuai dengan Skep Menkimpraswil No.20/KPT/M/2004, tanggal 8 januari 2004, tentang Pengadaan Perumahan dan Permukiman dengan Dukungan Fasilitas Subsidi Perumahan. Trimitra Dia menyatakan, pembangunan perumahan itu dilaksanakan dengan pola kerja sama trimitra, yaitu Pemkab, KSU BMT Fastabigulkhairat, dan masyarakat pengusaha/kontraktor lokal. Karena itu perumahan ini disebut Bumi Mandiri Terpadu. ''Kami sepakat menggunakan bahan bangunan/material, tenaga, dan pelaksana lokal untuk membangun perumahan rakyat itu. Sebab dengan demikian bisa dilibatkan tenaga kerja setempat,'' ujarnya. Pemkab merencanakan membangun 1.800 unit. Tahap pertama akan dibangun 600 unit rumah sederhana tipe 39/90 yang berlokasi di Desa Argasoka dan Mijahan Kecamatan Kota, Desa/Kecamatan Banjarmangu, Desa Pucang dan Desa Bawang, Kecamatan Bawang. ''Lokasi di Desa Argasoka yang baru dilakukan peletakan batu pertamanya akan dibangun 36 unit. Harga rumah dengan dua kamar itu Rp 36 juta dan bisa diangsur 5-10 tahun,'' ujarnya. Sementara Itu Untuk memenuhi kebutuhan rumah bagi masyarakat berpenghasilan menenggah dan PNS di lingkungan Pemkab Purbalingga, Perum Perumnas Regional V bekerja sama dengan Pemkab membangun rumah sederhana sehat (RSS) dan rumah sederhana dengan fasilitas KPR Bank BNI. ''Rencananya, pagi ini saya bersama Bupati Purbalingga meletakkan batu pertama pembangunan rumah di Kelurahan Purbalingga Wetan,'' kata General Manager Perum Perumnas Regional IV Drs Sunardi, didampingi Humas Rini kemarin. Dia menjelaskan beberapa waktu lalu telah dilakukan kesepakatan bersama (MoU) antara Perum Perumnas dan Pemkab Purbalingga. Kesepakatan itu dituangkan dengan nomor Reg.V/2196/07/2003 dan 648/06/2003. (D14,A9-85i) |