logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 01 Juli 2004 PANTURA
Line

Gardu

Sidang Pencurian Batik

PEKALONGAN-Sidang ketiga perkara pencurian batik, mesin pompa dan alat pasah milik H Syarif Hidayat, kemarin memeriksa terdakwa, Daryanto alias Yanto (28) dan Tarom alias Gurem (28), dua dari tiga tersangka pelaku pencurian. Dalam pemeriksaan keduanya memberikan keterangan yang berbelit-belit di muka pengadilan. Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kota Pekalongan, Hendro Bawono SH didampingi M Saptono SH MH dan Nur Ediyono SH harus mengulang pertanyaan. Sidang dihadiri keluarga kedua tersangka.

Saat diperiksa, jawaban yang disampaikan Yanto dan Tarom sering tidak sama. Apalagi ketika dipertanyakan tentang siapa yang memimpin pada saat akan melakukan pencurian, keduanya saling mempersalahkannya.

Karena keterangan yang disampaikan selalu berubah-ubah, majelis memutuskan untuk memberikan tenggang waktu terhadap kedua terdakwa. Sidang akan dilanjutkan 7 Juli 2004.

Ketua Majelis Hakim Hendro Bawono SH ketika ditemui menjelaskan, kedua terdakwa adalah penjahat kambuhan. Pada perkara sebelumnya, Yanto pernah divonis empat bulan penjara terkait pencurian sepeda. Sedangkan Tarom pada saat ini, diduga kuat melakukan pencurian rokok di Pasar Wiradesa dan masih dalam penyidikan polisi. "Mereka merupakan residivis, belum sampai lima tahun dibebaskan telah melakukan tindakan pencurian lagi," katanya.

Jaksa Suyanto SH ketikan ditemui mengatakan, kedua tersangka akan diancam dengan pasal pemberatan, mereka juga bisa diperberat dengan perkara sebelumnya. "Kedua terdakwa dalam kasus ini, akan dijerat dengan pasal 363 ayat 1 ke 4 dan 5, dengan ancaman 7 tahun penjara," katanya.(wn-14)

Pelajar Tewas Gantung Diri

SLAWI - Pengumunan kelulusan UAN tingkat SMP, Senin (28/6) lalu, ternyata menyimpan duka. Sustiana Damayanti (13), seorang pelajar kelas III SMP 1 Jatinegara Kabupaten Tegal ditemukan tewas gantung diri lima jam sebelum pengumuman UAN.

Kejadian itu membuat Ny Royanah (35), ibu Sustiana, langsung jatuh pingsan. Warga RT 5 RW 1 Desa Lebakwangi Kecamatan Jatinegara itu pun geger atas kejadian tragis tersebut.

Menurut penuturan ibu siswa SMP itu, sejak beberapa hari putrinya terlihat murung. Karena itu, dia kemudian mengajak berdoa bersama agar dalam pengumuman nanti lulus. Sekitar subuh, dia berusaha membangunkan anaknya, tapi ternyata dia menemukan putri kesayangannya menggantung di kusen dapur menggunakan sehelai selendang.

Dia langsung berteriak histeris kemudian jatuh tak sadarkan diri. Warga sekitar yang mendengar teriakan itu langsung menuju rumah korban. Kejadian tersebut dilaporkan ke pos polisi terdekat.

Menurut Sugiharto SPd MSI, Kasi Kurikulum Pendidikan SLTP dan Sekolah Menengah Dinas P dan K Kabupaten Tegal, siswi yang bunuh diri itu ternyata tidak lulus ujian UAN. (D12-74e)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA