logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 01 Juli 2004 PANTURA
Line

TKW ke Malaysia Sepi

TEGAL- Kasus penganiayaan tenaga kerja wanita (TKW) asal Indonesia, Nirmala Bonat oleh majikannya di Malaysia Mei lalu, ternyata membawa pengaruh kejiwaan bagi TKW asal Kota Tegal.

Itu terbukti dengan sepinya peminat yang mendaftar untuk dipekerjakan di perusahaan yang membutuhkan di negara Jiran.

Kepala Dinas Kependukukan dan Tenaga Kerja (Disduknaker) Drs Suroto Wiryadarsana baru-baru ini membenarkan hal itu. Menurut dia belum lama ini Disduknaker baru saja mengadakan sosialisasi penerimaan tenaga kerja bagi calon TKW asal daerahnya.

Sosialisasi dihadiri sekitar 40 peserta. Perusahaan makanan hasil laut di Malaysia membutuhkan 50 TKW Indonesia untuk dipekerjakan di bagian pengepakan dan elektronik. Dalam sosialisasi itu, pihaknya sengaja mengundang seorang dari Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) PT Dwi Tunggal Jakarta, yakni Ny Lily.

Pihaknya mengundang wanita itu, agar TKW bisa diyakinkan bahwa kasus yang dialami Bonat tidak akan terjadi terhadap mereka. Ini karena mereka akan dipekerjakan di perusahaan, bukan sebagai pembantu rumah tangga.

Suroto belum bisa memastikan penyebab keengganan mereka untuk diberangkatkan ke Malaysia. Namun, secara bersamaan di Kota Tegal sedang ada pendaftaran tenaga kerja oleh Toserba Moro. Tenaga yang dibutuhkan sekitar 150 orang.

Pihaknya baru saja memberangkatkan 60 TKW ke Pulau Batam. Meski begitu, sebelum kasus Bonat mencuat, minat calon TKW asal Kota Tegal ke Malaysia memang tidak begitu besar. Pada 2003 misalnya, dari 75 TKW yang dibutuhkan ke Malaysia, yang berangkat hanya 9 orang. Sedang pada 2004, dari target memberangkatkan 50 orang ke Malaysia, belum ada yang mendaftar.(aj-42)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA