| Kamis, 01 Juli 2004 | NASIONAL |
Pertapaan Bancolono, Tawangmangu (1)Pengunjung Mengejar Tuah Brawijaya V
KEMASYURAN mukzizat pertapaan keramat Bancolono, Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar tampaknya telah sampai ke berbagai penjuru. Tidak hanya orang kecil saja yang datang nyenyuwun dan mengadukan kemalangan nasibnya untuk perbaikan. Tidak hanya orang sakit yang datang minta kesembuhan. Tidak hanya perjaka dan perawan tua yang datang meminta jodoh. Akan tetapi juga para pejabat tinggi, orang mapan dan sehat yang datang untuk mendapat kelebihan dari apa yang mereka miliki selama ini. Mengejar tuah Brawijawa V, dinasti terakhir Raja Majapahit yang dikabarkan hilang di tempat itu dalam mitologi Dua calon presiden (capres), Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wiranto baru saja singgah ke tempat yang berada di tapal perbatasan antara Magetan (Jatim) dan Tawangmangu itu. Apakah bersinggahan dua orang itu berkaitan dengan pencalonan mereka untuk merebut kursi RI-1? "Saya tidak tahu secara pasti, apakah kedatangan Pak Wiranto berhubungan dengan pencalonan sebagai presiden. Jika beliau datang sesudah menjadi capres, tentu siapa saja bisa menafsirkan," tutur Darsono yang mengaku mengetahui kedatangan Wiranto. "Setahu saya hampir setiap malam Jumat Kliwon Pak SBY datang ke tempat itu," ujar Sriyono di tempat terpisah. Dengan kedatangan dua tokoh nasional yang sekarang menjadi sorotan, di samping tiga capres lainnya itu, sudah cukup membuktikan kemasyuran pertapaan yang dikeramatkan masyarakat sekitar itu. Terlepas setelah kedatangan mereka, apakah bisa mendapatkan apa yang mereka minta atau tidak. Dari ribuan orang yang telah berkunjung dan nyenyuwun baik yang rutin maupun hanya sekali, tidak semua mempunyai pamrih atau pengharapan materi, kemapaman, jabatan, jodoh, kesembuhan, ataupun hal-hal bersifat bendawi lainnya. Darsono yang mengaku rutin datang ke tempat itu hanya menginginkan ketenangan jiwa sebagai bekal untuk berpikir dan bertindak. "Kalau sudah sampai di tempat yang sejuk itu, hati dan pikiran saya menjadi jernih. Tidak ada lagi dalam pikiran saya hal-hal yang negatif. Tidak ada rasa iri, dengki, munafik, takabur, dan sifat-sifat negatif lainnya," paparnya yang sehari-hari bekerja di sekretariat DPRD Karanganyar itu. "Kedatangan mereka kalau hanya menginginkan hal-hal yang bersifat duniawi, itu saya anggap keliru. Akan tetapi, saya juga tidak menyalahkan." Pertapaan Bancolono yang terletak perbatasan Tawangmangu, Karanganyar, dan Magetan (Jatim) itu kira-kira berjarak sekitar 50 km dari pusat kota Solo atau 10 km dari Pasar Tawangmangu. Persisnya 100 meter dari tugu perbatasan, terlihat dari jalan umum. (Langgeng Widodo-58j) | ||||