| Kamis, 01 Juli 2004 | NASIONAL |
Diduga Teroris Enam Warga Ditangkap
SUKOHARJO- Upaya polisi mengungkap jaringan teroris di Indonesia terus berlanjut. Enam orang yang diduga sebagai anggota jaringan pelaku teror kelompok tersebut ditangkap Tim Mabes Polri, saat mereka bertamu di rumah Sudadi (37), warga Dukuh Kenteng, Kelurahan Ngadirejo, Kartasura, Sukoharjo, kemarin. Penangkapan dilakukan sekitar pukul 12.00 WIB. Sejumlah warga kaget, ketika melihat tiga mobil melaju kencang dari tiga jurusan dan langsung menuju rumah Sudadi. Dalam tempo yang sangat cepat, berhamburan sejumlah petugas dari ketiga mobil serta mengepung rumah tersebut. Enam lelaki yang juga tamu di rumah itu, langsung ditangkap tanpa sempat melarikan diri. "Wah, mobilnya melaju sangat kencang. Kalau saja mendadak ada anak kecil lewat pasti tertabrak," ujar seorang warga. Namun pemilik rumah, Sudadi, tidak termasuk enam orang yang ditangkap itu. Dia sebelumnya keluar rumah sekitar pukul 10.00 WIB, atau dua jam sebelum penangkapan. Hingga sore, ketika polisi nyanggong (mengintai-Red) rumah tersebut, dia belum kembali ke rumah. Di duga, dia sudah tahu dirinya akan ditangkap sehingga langsung melarikan diri. "Tadi saya sempat bertemu dengan Sudadi, dan saya sapa akan pergi ke mana. Dia hanya tersenyum dan melambaikan tangan," ujar seorang warga, Dardiri. Menurut penuturan beberapa warga, Sudadi jarang bergaul dengan warga lain. Namun dia aktif shalat di Masjid Al Hidayah yang berada tak jauh dari rumahnya. Malah, dia juga menjadi guru TPA yang mengajarkan baca tulis Alquran tiga kali seminggu, yaitu Senin, Rabu dan Sabtu. Kegiatan TPA itu dilakukan usai shalat Asar di masjid tersebut. "Dia cukup baik kalau memberi pengajian atau khotbah." Ditanya apakah Sudadi juga aktif dalam kegiatan kampung. Seorang warga mengaku, jarang bertemu dengan pria itu dalam kegiatan kampung. "Hampir tak pernah dia mengikuti pertemuan RT di sini. Bahkan kalau dapat undangan resepsi pun tidak semua didatangi. Hanya hajatan di rumah warga tertentu yang didatangi," ujar warga itu. Beberapa warga lain menuturkan, rumah yang berada di pojok jalan kampung itu sering didatangi tamu. Namun, warga tidak tahu siapa dan dari mana tamu yang datang silih berganti tersebut. Warga sepertinya juga enggan menanyakan, karena merasa bukan urusannya. "Sering tamunya ikut shalat di Masjid Al Hidayah bersama warga. Di rumah itu juga ada seorang yang kos sejak tiga bulan lalu namun warga tidak tahu siapa namanya." Malah menurut warga, pada malam sebelum kejadian, Sudadi juga kedatangan sejumlah tamu untuk pengajian bersama. "Tapi pengajian itu hanya khusus untuk mereka sendiri." Dimintai konfirmasi, Kapolres Sukoharjo AKBP Drs Bambang Rudy Pratiknyo SH MM -didampingi Kasat Reskrim AKP S Haryanto- enggan berkomentar. "Wah, maaf! Untuk masalah itu bukan wewenang kami untuk memberi komentar. Soalnya masalah itu menjadi wewenang langsung Mabes Polri di Jakarta. Kalau mau konfirmasi, silakan langsung ke Mabes." (G10-58a) | ||||