| Kamis, 01 Juli 2004 | NASIONAL |
Adu Cerdik Baros dan DellasLISABON - Para suporter berharap adu cerdik antara Milan Baros, striker Republik Ceko, dan bek tengah Yunani Traianos Dellas akan menjadi penentu hasil semifinal Euro 2004 di Porto, Jumta dini hari WIB nanti. Demikian laporan langsung wartawan Suara Merdeka A Zaini Bisri dari Lisabon, semalam. Baros dan Dellas diharapkan berada pada kondisi puncak. Baros mencetak lima gol dalam empat pertandingan berturut-turut. Penyerang Liverpool ini menjadi top scorer sementara dengan lima gol. Baros (22) akan menyamai rekor gol pemain Prancis Michel Platini yang pernah mencetak gol dalam lima pertandingan tanpa putus pada Euro 1984. Platini melengkapi prestasi itu dengan gelar juara. Bagaimana dengan Dellas? Bek tengah AS Roma ini merupakan salah satu pemain belakang paling mengesankan pada Euro 2004. Dia akan menjadi penghambat laju Baros. Dia datang ke Portugal setelah mengalami keterpurukan bersama Roma. Baros hanya memasukkan satu gol dalam 13 penampilannya bersama Liverpool, sedangkan Dellas kurang diperhitungkan di Roma. Dia hanya bermain 12 kali pada pertandingan Seri A Liga Italia. Mengejutkan Kini Baros tampil mengejutkan buat timnya, dan dia akan bertambah semangat. Dellas pun ingin memperlihatkan penampilan menawan lagi. "Kami akan buktikan kemenangan atas Prancis bukan suatu kebetulan. Namun kami harus akui, Republik Ceko memang tim tangguh dengan lini depan hebat,'' ujar Dellas. Pelatih Yunani Otto Rehhagel berharap striker Zisis Vryzas yang mencetak gol ketika kalah 1-2 dari Rusia, bisa menjadi starter lagi. Vryzas akan berduet dengan Angelos Haristeas. Pemain tengah Stelios Giannakopoulos yang absen dalam dua pertandingan karena cedera, juga akan kembali ke posisinya. Tendangan keras Giannakopoulos diandalkan Rehhagel untuk mengejutkan gawang Ceko. Di kubu Ceko, pelatih gaek Karel Bruckner akan tampil tanpa pemain belakang Martin Jiranek. Jiranek masih cedera, sehingga tempat dia akan diisi Zdenek Grygera. "Saya tegaskan kepada para pemain, jangan bergembira dulu. Sebab, gelar juara belum aman di tangan,'' tutur Bruckner. Bruckner tetap menggelar skema 4-4-2. Rehhagel pun akan menurunkan formasi yang sama. Ceko siap memainkan sepak bola menyerang yang efektif, sedangkan Yunani menjawabnya dengan serangan balik mematikan. (59) |