logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 01 Juli 2004 NASIONAL
Line

Amien Protes, Mega Tanpa Senyum

  • Dalam Debat Capres-Cawapres

DEBAT CAPRES: Dua pasangan capres - cawapres, yaitu Megawati - Hasyim Muzadi dan Amien Rais - Siswono, mendapat kesempatan tampil dalam debat capres-cawapres hari pertama yang diadakan KPU semalam, di Hotel Borobudur, Jakarta.(55j)

JAKARTA- Acara debat capres-cawapres yang digelar KPU, semalam, memperlihatkan beberapa pemandangan menarik. Amien protes, sementara Megawati yang tampil tanpa senyum, beberapa kali dipotong pemandu acara Ira Koesno. Mega pun dengan nada halus memprotes Ira yang dinilainya menyindir.

Acara yang digelar di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat itu berlangsung satu jam. Sekitar 2000-an tamu undangan menyaksikan acara tersebut. Sejumlah tokoh penting nasional terlihat hadir antara lain Panglima TNI Endriartono Sutarto, para dubes negara sahabat, ketua partai politik, organisasi keagamaan, tokoh-tokoh LSM, pemantau pemilu, artis-artis, seniman, dan kalangan budayawan.

Sebetulnya, setiap capres dipersilahkan memberikan argumentasi berupa solusi atas pertanyaan capres lain. Namun karena kekurangsiapan peserta, arena debat pun cuma menjadi ajang saling menjawab tanpa bertukar agumentasi.

Debat diawali dengan pemaparan program visi dan misi oleh Megawati. Dalam visinya, dia berjanji akan melanjutkan agenda pembangunan yang saat ini sudah dikerjakan lewat program ekonomi.

Sementara Amien dalam visi dan misinya, menjanjikan keadilan dalam politik, sosial, ekonomi, dan hukum. Seusai penyampaian visi, panelis Ikrar Nusa Bhakti yang diberi tugas untuk menanyakan persoalan politik diberi kesempatan kali pertama untuk bertanya kepada Mega. Pertanyaan Ikrar menyangkut kasus Aceh, seputar posisi Gubernur Aceh Abdullah Puteh yang dinyatakan sebagai tersangka oleh KPK karena tersangkut korupsi.

Sejumlah pertanyaan lain yang diajukan keempat penanya menyangkut investasi, PHK, persoalan lapangan kerja baru, kepastian hukum, fasilitas kredit, korupsi, gaji pegawai, anggaran pendidikan, dan teroris.

Secara umum, baik Amien-Siswono maupun Mega-Hasyim terlihat telah mencoba memberikan jawaban-jawaban yang ditanyakan keempat panelis. Meskipun, ada juga jawaban yang sering tidak nyambung dengan pertanyaan yang diajukan.

Terhadap jawaban yang dianggap tepat, pengunjung spontan memberikan aplaus sambil berulangkali meneriakkan calon presiden yang didukungnya. Bahkan kerapkali tepukan itu didukung siulan panjang para penonton, termasuk para wartawan.

Beberapa kali Amien memberikan kesempatan kepada Siswono untuk menyampaikan argumen atas pertanyaan panelis. Sedangkan Hasyim beberapa kali langsung mengambil inisiatif dalam memberikan jawaban. Saat memberikan argumentasi, beberapa kali Hasyim mengatakan setuju dengan pernyataan Amien sehingga sering mengundang komentar penonton. Dan juga moderator Ira Koesno yang meminta agar kedua pasangan capres dan cawapres tersebut tidak memberikan jawaban-jawaban umum dan normatif.

Menarik

Di samping materi-materi yang ditanyakan ke panelis, hal menarik lainnya adalah sikap-sikap Amien-Siswono dan Mega-Hasyim di dalam forum itu. Munculnya sejumlah sikap menarik ini juga terkait kurang tegasnya aturan dalam acara ini.

Seperti misalnya, protes yang disampaikan Amien saat menjawab pertanyaan panelis Aditiawarman Chandra. Saat itu, Amien mendapat limpahan pertanyaan dari panelis mengenai ekonomi, terkait larinya investor asing dari Indonesia dan bangkrutnya usaha di bidang tekstil. Amien pun langsung menjawab. Namun, dia belum selesai menjawab, Ira Koesno langsung memotongnya. Ira pun mengingatkan, "Kalau Pak Amien menjawab terus, kasihan panelis pertama (Mega-Hasyim).''

Terhadap hal itu, Amien pun menanggapi, "Saya kan belum selesai menjawab.'' Karena tidak ingin memperuncing masalah, Ira pun memperingatkan kepada panelis Aditiawarman untuk tidak mengalihkan pertanyaan kepada pasangan lain, karena waktu yang disediakan masih untuk pasangan Mega-Hasyim.

Amien memang tidak dalam posisi salah saat menjawab pertanyaan itu, karena telah dipersilakan panelis. Seharusnya, Ira sebagai pemandu memotong saat panelis mengalihkan pertanyaan kepada Amien. Tapi, tampaknya Ira terlambat melakukannya.

Protes Amien kedua kalinya saat dimintai tanggapan atas jawaban Mega-Hasyim atas pertanyaan Prof Eko Budihardjo mengenai terorisme dan kekerasan di Aceh. Saat itu, Ira mempersilakan Amien menanggapi jawaban Mega-Hasyim, setuju atau tidak. Menurut Ira, sesuai aturan yang dibuat KPU, pasangan lain seharusnya menyatakan setuju atau tidak setuju terhadap jawaban pasangan lawan.

Tapi, Amien menolak. "Saya tidak mau kita terkesan diadu-adu,'' kata Amien sambil menubrukkan kedua tangannya. Meski begitu, dia memberikan jawaban yang berbeda dari jawaban Hasyim.

Protes kecil juga dilakukan Siswono saat menjawab pertanyaan mengenai larinya investor di bidang elektronik dan bangkrutnya usaha tekstil. Saat itu, Ira meminta Siswono menanggapi jawaban Hasyim sebelumnya secara langsung. Tapi, Siswono menolak. "Ini harus dijawab satu persatu, karena masalahnya berbeda, biar jelas,'' kata Siswono.

Di kubu Mega-Hasyim, hubungan keduanya tampak kaku. Bila Amien-Siswono bisa bergantian menjawab pertanyaan secara cepat, Mega dan Hasyim saat menjawab pertanyaan tampak ada jeda. Keduanya, saling mempersilakan untuk menjawab terlebih dulu, bahkan beberapa kali berbincang dulu.

Megawati juga berkali-kali dipotong Ira Koesno karena waktu sudah habis. Jadinya, jawaban Megawati sering tidak tuntas pada pokok permasalahan. Pembawaan Mega memang kalem dan bicaranya tampak dilakukan sangat hati-hati.

Dalam acara itu, Megawati juga tampak protes. Saat itu, Ira sedikit menyindir pasangan Mega-Hasyim. Kejadian itu terjadi setelah Amien-Siswono menjawab pertanyaan dari panelis Ikrar Nusa Bhakti mengenai rencana pembuatan pangkalan militer AS di Selat Malaka.

"Silakan pasangan Mega-Hasyim untuk memberikan tanggapan. Apakah masih setuju-setuju saja,'' kata Ira. Atas sindiran ini, Mega sedikit berbicara dengan nada lain. "Saya kira masalahnya bukan setuju atau tidak setuju,'' kata Mega. (bn,F4,dtc-33)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA