| Kamis, 01 Juli 2004 | SEMARANG |
Kualitas Udara MemburukBALAI KOTA- Kualitas udara di Kota Semarang makin memburuk. Hasil survei Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Kota Semarang pada akhir 2003 menunjukkan penurunan kualitas itu. ''Kualitas udara yang sudah bercampur lingkungan mengalami penurunan lebih kurang 28 persen, dengan kondisi itu berarti kualitas udara makin memburuk,'' kata Wali Kota H Sukawi Sutarip SH SE, seusai membuka lomba uji emisi kendaraan dinas dan operasional di halaman Balai Kota Semarang, Rabu (30/6). Uji emisi ini dilakukan kepada seluruh mobil dinas milik Pemkot. Pelaksanaan uji emisi itu dilakukan tim dari Universitas Negeri Yogyakarta. Dia memaparkan, dari hasil penelitian pada 2002 pencemaran udara yang telah bercampur dengan lingkungan rata-rata masih 41,56 %, namun pada 2003 menurun (makin parah-Red) menjadi 53,26 %. Meski penurunan itu masih dalam katagori sedang, karena masih berkisar antara 51 % dan 100 %, penurunan itu dapat berpengaruh kesehatan manusia. ''Pengaruhnya terhadap kesehatan manusia dapat memicu penyakit insfeksi saluran pernapasan,'' ungkap dia. Dijelaskan, kontribusi penurunan kualitas udara itu disebabkan emisi gas buangan dari kendaraan bermotor. Kendaraan bermotor merupakan salah satu kontributor gas buang yang terbesar ke lingkungan. Gas buang itu terdiri karbon monoksida (C02) dan Hidrocarbon (HC), serta nitrogen oksida. Dalam pembukaan lomba uji emisi kendaraan itu dilakukan pula pengukuran gas buang dari mobil dinas Wali Kota dan Sekda Kota. Hasil pengukuran, untuk mobil dinas Wali Kota dengan merek Toyota Altis mengandung karbon monoksida sebesar 1,74 % dan hidrocarbon sebesar 170 ppm. (G17-73) |