| Jumat, 18 Juni 2004 | PANTURA |
Menikmati Panorama Alam di UjungnegoroSALAH satu kawasan objek wisata bahari, berupa pantai yang indah dan memiliki keunikan dan jarang dimiliki pantai lain di sepanjang pantura adalah Pantai Ujungnegoro. Karena secara geografis pantainya berbentuk teluk dengan latar belakang di daratan terdapat tebing atau bukit dengan ketinggian 17 meter dari permukaan laut. Untuk menuju kawasan itu sangat mudah. Bisa ditempuh dengan mobil atau roda dua, lewat jalan aspal. masuk dari jalan raya pantura Desa Bakalan ke arah utara. Karena keunikan itu membuat panorama sekitar pantai kian indah dinikmati. Lebih-lebih saat di ufuk timur matahari terbit atau ketika tenggelam di cakrawala dalam keremangan senja di bagian barat. Di kaki bukit di bawah rimbunnya pepohonan terdapat Gua Aswatama. Gua itu diyakini konon menembus sampai ke kawasan Dieng, Kabupaten Wonosobo. Sedangkan di atas bukit yang menjorok ke pantai terdapat makam (petilasan) Syekh Maulana Maghribi. Setiap malam Selasa dan Jumat Kliwon, makam itu selalu ramai didatangi peziarah yang mencari berkah. Puncak keramaian terjadi tanggal 15 Sapar bertepatan dengan peringatan khaul. Ribuan umat muslim berdatangan di Ujungnegoro. Syekh Maulana Maghribi adalah seorang ulama besar penyebar agama Islam di Pulau Jawa. "Jauh sebelum Wali Songo menyebarluaskan ajaran Islam, ulama yang berasal dari negeri Maghribi atau yang lebih populer dengan sebutan Negara Maroko itu telah masuk dan berkelana di Pulau Jawa," ujar Kasi Objek Wisata Kantor Pariwisata Batang Bambang Sutiyoso SH. Refreshing Objek wisata yang berada sekitar 12 km arah timur laut dari Kota Batang itu setiap Minggu atau libur banyak dikunjungi wisatawan lokal maupun dari daerah lain. "Ujungnegoro kini menjadi objek wisata pilihan untuk refreshing bersama keluarga. Bahkan, juga cocok untuk kegiatan camping maupun outbound. Bagi yang mempunyai hobi memancing, bisa menyewa perahu untuk memancing, atau sekadar berperahu menyisiri pantai," ujar Kepala Kantor Pariwisata Ny Nining Hadiningsih SH. Di lepas pantai terdapat areal pemancingan yaitu Karang Dapang sekitar 10 mil dari pantai dan Karang Maeso yang berada sekitar 3 mil dari pantai. Selain itu, ada gugusan terumbu karang yang oleh nelayan dikenal dengan nama Karang Pretik seluas 2 ha, yang berada di dasar laut kurang lebih 1,5 mil dari pantai. "Bagi yang mempunyai hobi memancing, bisa menyewa perahu untuk mengantar sampai karang-karang itu." Di samping itu, di kawasan pantai terdapat warung-warung kecil yang menyediakan menu ikan bakar, yang membuat pengunjung betah berlama-lama di pantai. "Ada menu khas Ujungnegoro yaitu nasi megono dengan lauk gimbal rebon yang dibuat dari anakan udang yang digoreng dengan tepung. Bisa juga untuk oleh-oleh yaitu trasi yang rasanya lezat," jelas Ny Nining. (Arif Suryoto-74) |