| Jumat, 18 Juni 2004 | PANTURA |
Rp 10,5 Juta Amblas Dijambret
PEMALANG - Nasib nahas dialami suami-istri Yuli Astuti (48) dan Ali Aris (49), warga Jalan Jenderal Sudirman 116 Randudongkal, Rabu (16/6) sore lalu. Uang mereka yang baru diambil dari bank untuk biaya cuci darah dijambret penjahat di Jalan Gatot Subroto, tepatnya di Desa Bojongbata, Pemalang. Kedua korban belum dapat dimintai keterangan karena kemarin masih berada di RS Telogorejo Semarang untuk cuci darah. Polisi juga belum memeriksa secara lengkap kedua korban. Kapolres AKBP Drs Moechgiyarto lewat Kapolsek AKP Djumirin mengatakan, peristiwa itu diawali ketika korban dengan kendaraan Toyota Kijang berangkat dari Randudongkal ke Pemalang pukul 13.00. Mereka akan mengambil uang di BCA Cabang Pemalang. Menurut rencana, uang itu akan digunakan untuk biaya cuci darah Ali Aris. Sesampai di BCA pukul 14.00 mereka langsung menuju ke loket pengambilan uang. Setelah uang Rp 11,5 juta diterima, kemudian dimasukkan ke dalam tas. Mereka lalu keluar menuju ke Kantor Perhutani yang berjarak sekitar 300 meter dari BCA ke arah timur. "Sepanjang perjalanan BCA-Perhutani tidak ada masalah. Setelah itu mereka kembali lagi ke arah barat dan belanja di warung belakang BCA atau kompleks Pasar Pagi. Sisa uang yang ada di dalam tas Rp 10,5 juta. Uang itulah yang dibawa lari penjahat," katanya. Ban Kempis Setelah belanja tiba-tiba ban roda bagian kiri belakang kempis. Korban merasakan hal itu ketika sampai di pintu gerbang kompleks Pasar Pagi. Namun, kendaraan tidak berhenti dan baru sampai di toko onderdil Sri Jaya Motor mereka mengganti ban mobilnya. Setelah ban terpasang, mereka meneruskan perjalanan lagi ke arah barat dan belok ke Jalan Ayani. Sesampai di Jalan Gatot Subroto Desa Bojongbata ban kempis lagi. Korban lalu mencoba memperbaiki di bengkel. Saat ban diperbaiki korban Yuli pergi berjalan kaki ke sebuah wartel tidak jauh dari bengkel. Korban menenteng tas berisi uang Rp 10,5 juta. Setelah menelepon, dia menyeberang jalan membeli dua bungkus plastik minuman. Ketika menyeberang lagi kembali ke bengkel itulah penjahat dengan berboncengan sepeda motor dan memakai helm cakil beraksi. Saksi mata menuturkan, korban mempertahankan tasnya sehingga terjatuh. Suami korban juga melempar batu ke arah penjahat yang lari ke utara, tetapi tidak kena. Seorang petugas yang mencoba mengejar kendaraan penjahat juga tidak berhasil. Sebab, laju kendaraan pejahat sangat cepat. Bambang, pemilik bengkel menuturkan, ban kendaraan milik korban rusak seperti ditusuk dengan benda tajam. Hingga kemarin pelaku kejahatan belum tertangkap. Korban belum dapat diperiksa sepenuhnya karena sedang cuci darah di Semarang. (sf-17e) |