logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 18 Juni 2004 PANTURA
Line

Sekolah Swasta Dominasi Kelulusan 100 %

SLAWI - Jumlah sekolah menengah tingkat atas di Kabupaten Tegal yang mampu meluluskan siswa-siswinya hingga mencapai 100% dalam Ujian Akhir Nasional (UAN) tahun 2004, ternyata didominasi sekolah swasta. Sekolah negeri tahun ini tingkat kelulusannya justru tertinggal.

Tercatat ada empat sekolah menengah swasta yang siswa-siswinya lulus 100%.

Empat sekolah swasta itu adalah Madrasah Aliyah (MA) Al Iman Adiwerna, MA Raden Patah Pangkah, MA Al Ikhlas Cerih Jatinegara, dan MA Al Islamiyah Danawarih Balapulang. Sedangkan data kelulusan seluruh pelajar sekolah menengah tingkat atas mencapai 88,44% atau 7.163 pelajar, dari jumlah peserta UAN sebanyak 8.099 pelajar. Untuk yang tidak lulus, data resmi yang diumumkan Dinas P dan K hanya 11,557% atau sebanyak 936 pelajar. Demikian data resmi yang dikeluarkan Dinas P dan K Kabupaten Tegal, kemarin.

Menurut Sugiharto Kasi Kurikulum Pendidikan SLTP dan Sekolah Menengah (SMA, SMK, dan MA-Red), data jumlah pelajar yang tidak lulus sebanyak itu, memang jauh berbeda dibandingkan dengan data sebelumnya. Data sebelumnya, jumlah pelajar yang tidak lulus tercatat 1.170 orang, sedangkan yang lulus 6.917 pelajar.

Masih Terbaik

Melihat tingkat kelulusan yang mencapai 88,44%, kata Sugiharto, dinilai sejumlah pihak masih yang terbaik dibandingkan dengan daerah lain di Karesidenan Pekalongan. Itu jika dibandingkan dengan Kota Tegal dan Kabupaten Pemalang.

Sementara itu, untuk SMA Negeri yang mampu lulus 100% dicapai SMAN 1 dan SMAN 3 Slawi. SMA swastanya adalah SMA Muhammadiyah Tarub. Sedangkan SMK, hanya dicapai SMKN 1 Dukuhturi. Total sekolah menengah tingkat atas yang mampu meraih kelulusan 100%, tercatat hanya delapan sekolah.

Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Tegal Dimyati SE mengatakan, prestasi yang dicapai empat sekolah MA yang berstatus swasta itu, layak diajungi jempol. Sebaliknya, jika ada sekolah yang belum mampu mencapai kelulusan 100%, jangan mengorelasikan dengan kebobrokan sekolah.

Sebab, kata Dimyati, prestasi yang dicapai sekolah tidak lepas dari peran orang tua dan kesungguhan belajar siswa-siswinya. Peran orang tua dinilainya sangat penting, selain peran dari pengajar atau gurunya. (D12-74)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA