logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 18 Juni 2004 OLAHRAGA
Line

KONI Janjikan Rp 1 M untuk Emas Olimpiade

JAKARTA- KONI Pusat menjanjikan bonus Rp 1 miliar sebagai penghargaan bagi atlet yang mampu meraih emas di ajang Olimpiade yang akan digelar di Athena, Yunani, 13-29 Agustus mendatang.

"KONI akan memberi penghargaan terhadap setiap atlet yang mampu mencapai prestasi di Olimpiade. Bagi yang meraih medali perunggu diberi bonus Rp 300 juta, perak Rp 500 juta, dan emas Rp 1 miliar," ujar Sekjen KONI Pusat Djohar Arifin saat meninjau Pelatnas bulu tangkis di Cipayung, Jakarta Timur, kemarin pagi.

Pada kesempatan tersebut, Djohar yang didampingi Wakil Sekjen I Sri Sudono meminta agar para atlet tetap mempertahankan tradisi emas Olimpiade. "Tugas ini jangan dianggap beban tetapi anggap sebagai tugas mulia. Saya yakin para atlet akan berjuang dengan sebaik-baiknya bukan karena menginginkan penghargaan tetapi demi bangsa dan negara," ungkap Djohar.

Saat berkesempatan berbicara kepada para atlet dan pelatih, Djohar juga mengingatkan supaya masalah kepengurusan di Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) yang saat ini sedang hangat diberitakan, tidak berpengaruh terhadap proses latihan dan persiapan mereka menuju ke Olimpiade yang tinggal dua bulan itu.

"Masalah PBSI itu adalah masalah organisasi, biar diselesaikan secara organisasi. Saya berharap, pemain tidak terpengaruh. Kalian konsentrasi saja pada latihan dan mengikuti apa yang diinstruksikan pelatih," pesan Djohar kepada para atlet.

Baik pelatih maupun pemain menjawab kekhawatiran Djohar dengan mengatakan, sejauh ini proses latihan dan program yang telah dibuat sebelumnya tetap berjalan dan tidak terpengaruh oleh adanya masalah yang dihadapi pengurus PBSI.

Forum Pelatih

Bahkan, forum pelatih Pelatnas yang diketuai Joko Supriyanto sudah mengeluarkan pernyataan bahwa para pelatih akan tetap bersikap profesional dan menjalankan program latihan yang telah disusun dan akan tetap bersikap netral dan tidak memihak ke mana pun dalam masalah yang ada sekarang.

Pada kesempatan tersebut, Djohar juga memuji permainan pemain tunggal putra Taufik Hidayat dan Sony Dwi Kuncoro saat bertanding melawan Denmark di semifinal Piala Thomas yang dinilainya bermain bagus meski secara beregu akhirnya tim Indonesia kalah.

"Masih ada waktu sekitar dua bulan sebelum ke Athena, cukup untuk lebih meningkatkan kemampuan. Jika bisa bermain lebih baik dari waktu itu, insya Allah tradisi emas bisa diteruskan," ujar Djohar yang menyaksikan para atlet berlatih didampingi pelatih dan Direktur Pelatnas Christian Hadinata.

Disinggung tentang rencana digelarnya musyawarah nasional luar biasa (munaslub) untuk mengganti kepemimpinan di Pengurus Besar PBSI, Djohar menekankan, KONI tidak akan ikut campur. (ant-57j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA