logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 18 Juni 2004 OLAHRAGA
Line

Permainan Cepat dan Agresif Belum Terlihat

SEMARANG- Permainan PSIS pada pertandingan uji coba melawan tim PON Jateng belum memuaskan pelatih Herry Kiswanto. Karakter permainan yang cepat dan agresif belum terlihat sepanjang pertandingan.

Padahal, pada pertandingan uji coba melawan Puslat dan POP pekan lalu, karakter tersebut sudah mulai terlihat. Karena itu, pada pertandingan uji coba melawan Persibat Batang, Jumat (18/6) sore ini, di Batang, Herry berharap Sasi Kirono dan kawan-kawan bisa tampil dengan karakter yang diprogramkannya.

"Karakter permainan yang cepat dan agresif masih perlu dimatangkan lagi. Dalam pertandingan uji coba lawan tim PON Jateng lalu, karakter tersebut belum terlihat jelas," ujar Herry.

Dia mengemukakan, modal bermain cepat dan agresif sebenarnya sudah dimiliki oleh para pemain PSIS. Sebab, stamina pemain semakin baik setelah menjalani latihan fisik. Namun, pada pertandingan uji coba lawan tim PON Jateng lalu, karakter tersebut kurang terlihat. Sasi Kirono dan kawan-kawan cenderung bermain lamban. Akibatnya, permainan PSIS kurang bisa berkembang baik. Serangan yang dilakukan pun mudah diantisipasi lawan. Hal itu membuat peluang mencetak gol ke gawang lawan sangat minim.

"Jika bermain agresif dan cepat, peluang yang didapat pun akan semakin banyak. Dan, modal untuk bermain seperti itu sudah dimiliki pemain. Pada pertandingan uji coba lawan Persibat besok, karakter permainan seperti itu akan kami tampilkan lagi," ungkapnya.

Irama permainan yang lamban tersebut tidak lepas dari kelemahan lini tengah. Tidak ada pemain yang bertindak sebagai jenderal yang mengomando pemain di lapangan tengah. Akibatnya, permainan di lini vital itu kurang terkoordinasi sehingga temponya pun tidak bisa dikontrol. Kelemahan-kelemahan tersebut sudah diperbaiki dalam latihan Kamis (17/6) sore di Stadion Jatidiri. Herry Kiswanto mengoptimalkan para pemain gelandangnya.

"Tidak ada komando di lapangan tengah. Itu membuat tempo permainan tidak ada yang mengatur. Akibatnya, permainan PSIS lamban. Saya harap, kelemahan pada lini tengah itu tidak lagi terlihat dalam pertandingan lawan Persibat," harap mantan kapten Timnas Indonesia itu.

Pada pertandingan uji coba melawan Persibat, Herry belum menentukan pola permainan, 3-5-2 atau 3-4-3. Hal tersebut tergantung pada kondisi di lapangan nanti. Namun, dari latihan Kamis (17/6) sore itu dapat dilihat Herry lebih condong memainkan pola 3-5-2. Pola tersebut juga merupakan bagian untuk memaksimalkan pemain gelandangnya.

"Jika lini tengah bekerja baik, serangan-serangannya pun lancar. Selain itu, tempo permainan dapat diatur. Saya ingin selama 90 menit pemain terus menekan dan agresif. Sebab, mereka sudah punya modal untuk melakukan itu," paparnya.

Dalam latihan sore itu, Purwanto yang mengalami cedera engkel kaki kanannya sudah mulai mengikuti game.

Meski demikian, mantan striker Pelita Krakatau Steel itu mengaku masih merasakan nyeri jika berlari dan menendang bola. (H13-57j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA