| Jumat, 18 Juni 2004 | OLAHRAGA |
EURO"Senjata Rahasia" RehhagelPORTO - Pelatih Yunani Otto Rehhagel suatu ketika pernah menyebut Angelos Haristeas sebagai keuntungan yang tak terduga. Spanyol pasti tidak menduga kemenangan mereka dibatalkan anak muda setinggi 191 sentimeter itu. Pada Rabu (16/6) malam WIB di Stadion Bessa, Porto, Spanyol terpaksa menuai satu angka dari Yunani karena gol Fernando Morientes dibalas Haristeas pada menit ke-66. Menerima umpan jauh Vassilios Tsiartas, dia menaklukkan salah satu kiper terbaik Eropa saat ini, Iker Casillas, dengan tendangan kaki kiri yang keras. Apa yang diperbuat Haristeas tersebut menjadikan status Yunani meningkat. Semula tim dari Negeri Mitos itu diperkirakan hanya akan jadi kesebelasan penghibur, mengingat di Grup A bercokol dua tim favorit: Portugal dan Spanyol. Ternyata sebelum menahan Spanyol mereka malah menumbangkan tuan rumah dengan skor 2-1. ''Ini membuktikan bahwa kemenangan atas Portugal bukanlah kebetulan. Ini bukti kami adalah tim yang serius, punya karakter dan pengalaman,'' ujar Haristeas seusai pertandingan tersebut. Sebelum ini memang tak banyak penggila bola (gibol) yang mengenal sosok pemuda kelahiran 9 Februari 1980 itu. Padahal, saat ini dia bermain di klub juara Liga Jerman, Werder Bremen. Tentu namanya tertutupi bomber gempal asal Brasil, Ailton, yang kemudian tampil sebagai topskor Bundesliga. Padahal, di negerinya, Haristeas dijuluki Eric Cantona-nya Yunani. Oleh kalangan domestik gaya permainannya yang menawan dan gocekannya yang sering menipu lawan diperkirakan bakal jadi modal Haristeas menjadi bintang di Euro 2004. Dia baru saja melakukannya. Rekor Tertinggi Haristeas berkarier di luar Yunani sejak Juni 2002 ketika Werder Bremen datang meminangnya dengan harga transfer tiga juta euro, rekor pembelian tertinggi dalam sejarah klub Jerman tersebut. Pada musim pertamanya dia mencetak sembilan gol, dan Werder finish di posisi keenam. Pada musim ini dia main 24 kali tapi sering dari kursi cadangan. Akibatnya, produktivitasnya menurun menjadi hanya empat gol. Namun, Werder meraih titel ganda. Status bukan pemain reguler tidak membuat kepercayaan Rehhagel terhadap Haristeas pudar. Pelatih asal Jerman itu yakin, pemainnya tersebut merupakan senjata rahasia yang bakal ampuh jika kesempatan datang kepadanya. Seperti disebutkan di atas, Spanyol telah merasakannya. Debut internasional Haristeas terjadi pada 2001 sewaktu Yunani bertanding melawan Rusia. Uniknya, baru dua menit masuk lapangan dia langsung mencetak gol. Di babak kualifikasi Haristeas tampil sebagai topskor Yunani dengan koleksi tiga gol. Dua gol dia ciptakan dengan menjebloskan bola ke gawang Irlandia, satunya lagi ke jala Ukraina. (dtc-15e) |