logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 18 Juni 2004 OLAHRAGA
Line

EURO

Italia di Ujung Tanduk

SUNGGUH mengherankan sekaligus mengagetkan menyaksikan penampilan Italia melawan Denmark pada pertandingan pertama mereka. Ya, tim sekelas Italia yang dalam jajaran sepakbola Eropa bahkan dunia sebagai salah satu tim kelas satu ternyata bermain sangat jelek.

Sebagai negara yang pernah mendapat sebutan "kiblat" sepak bola dunia seharusnya bisa menguasai pertandingan.

Tetapi jangankan menang, penguasaan bola saja di bawah Denmark. Bahkan menurut statistika persentasenya sampai 38:62 untuk lawannya. Untung mereka tidak sampai kalah, seri 0-0.

Tetapi jika penampilan seperti melawan Denmark kembali tergelar saat melawan Swedia, sudah hampir dipastikan tim asuhan pelatih Giovanni Trapattoni ini akan kalah. Apalagi Swedia baru saja menang besar atas Bulgaria 5-0.

Kini Italia juga dilanda masalah. Play maker mereka Francesco Totti harus menghadapi hukuman UEFA yakni tak boleh bertandingan tiga kali akibat kasus ludah terhadap pemain Denmark Christian Poulsen. Absennya kapten tim AS Roma itu jelas akan mempengaruhi kinerja tim.

Kondisi itu tentu saja menguntungkan kubu Swedia. Kemenangan besar 5-0 itu jelas akan menjadi modal bagi tim dari kawasan Skandinavia itu untuk memenangkan pertandingan.

Mereka terbukti tajam dalam menjebol gawang lawan, Ini tentu harus menjadi perhatian serius kiper Gialuigi Buffon.

Bagi Italia, dengan permainan seperti lawan Denmark kini kondisinya bagai telur di ujung tanduk. Jika hanya seri apalagi kalah, sudah harus segera angkat kopor dari Portugal.

Jadi tidak ada kata lain kecuali menang apabila ingin melanjutkan kiprah di Euro 2004. (Djoko Yogyanto, mantan pemain nasional dan asisten pelatih PSIS-57)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA