logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 18 Juni 2004 OLAHRAGA
Line

EURO

Bulgaria Tidak Ingin Pulang Dini

BRAGA- Sepuluh tahun silam di Amerika Serikat - dalam babak penyisihan Grup D Piala Dunia 1994- kondisi tim Bulgaria sangatlah buruk. Dalam pertandingan perdana, mereka kalah menyedihkan 0-3 dari Nigeria. Pada saat yang sama di grup tersebut, Argentina menang besar 4-0 atas Yunani.

Hasil itu kontan membuat Bulgaria dan Yunani diragukan bakal bisa melaju ke babak berikutnya. Kondisi nyaris serupa kini kembali menimpa Bulgaria, setelah di pertandingan perdana Grup C Piala Eropa, Selasa (15/6) lalu dipermak Swedia 5-0.

Tetapi di Amerika Serikat, keberuntungan ternyata berpihak kepada Bulgaria. Mereka yang semula diragukan, berubah menjadi sangat kuat. Bulgaria memukul Yunani 4-0 dan mempermalukan Argentina 2-0. Maka, Hristo Stoichkov dkk pun lolos ke babak kedua, mendampingi Nigeria. Favorit Argentina dan kuda hitam Yunani harus berkemas kembali ke negaranya.

Semangat pantang menyerah khas Stoichkov dkk pada Piala Dunia 1994 itulah yang Jumat (18/6) pukul 23.00 WIB nanti akan ditampilkan oleh Dimitar Berbatov cs kala mereka menghadapi duel krusial melawan Denmark. Jika kalah, maka Bulgaria akan menyusul Rusia pulang ke negaranya.

"Kami membutuhkan semangat seperti itu untuk menghindari pulang lebih dini ke Sofia," tegas Dimitar Berbatov. "Kami pernah kalah 0-3 dari Nigeria pada pertandingan pertama di Piala Dunia 1994, namun kemudian berhasil melaju hingga semifinal. Kami harus melakukan lagi hal yang sama."

Tidak seorang pun di kamp Bulgaria kini berani berleha-leha. Mereka sadar bahwa jalan ke depan tidak lain adalah jalan berbatu, terutama karena semangat juang juara juga dimiliki Denmark, yang baru saja sukses menahan imbang tim kuat Italia.

"Saya melihat permainan Denmark. Mereka sangat bagus dan seharusnya mengalahkan Italia," kata Berbatov. "Tetapi tim saya siap untuk maju dan melupakan apa yang terjadi pada pertandingan pertama itu."

Tahu Kelemahan

Penyerang Bayer Leverkusen ini mengungkapkan, timnya telah mempertimbangkan masak-masak dan memahami secara tepat apa yang terjadi di Guimaraes, saat mana bencana lima gol menerjang gawang mereka. "Kami duduk bersama dan berdiskusi mengenai kesalahan yang terjadi, kesalahan yang kami buat pada pertandingan hebat itu. Kami mengalami tekanan, tetapi sekarang kami tidak ingin menjadi satu-satunya tim yang dikalahkan 5-0."

Berbatov menjadi penolong dalam membawa Bulgaria ke Portugal, mencetak lima gol pada kualifikasi, dan dia bertekad akan mencapai target mereka melawan Denmark. "Saya berharap mencetak gol, saya siap, tim juga siap. Ini akan sangat sulit. Jika kami bermain seperti yang kami lakukan pada pertandingan pertama, kami pasti akan kalah," tegasnya.

Pemain belakang Predrag Pazin berpendapat, strategi Denmark menggunakan dua pemain sayap -Dennis Rommedahl di kanan dan Martin Jorgensen di kiri- akan lebih cocok bagi Bulgaria dibanding pendekatan lebih disiplin yang dilakukan Swedia. Pemain bertahan tengah kelahiran Serbia Montenegro itu menambahkan, "Kami tahu Denmark bagus setelah melawan mereka pada kualifikasi Piala Dunia (2002). Mereka menampilkan permainan yang lebih berteknik dibanding Swedia."

Denmark terangkat oleh kembalinya pemain Chelsea Jesper Gronkjaer, yang bergabung kembali ke dalam tim setelah ibunya meninggal. Pelatih Morten Olsen sekarang mempunyai kesempatan luas untuk memilih, termasuk pemain tengah Everton Thomas Graveson yang juga kembali setelah menjalani larangan bermain saat bertanding melawan Italia. Olsen mengatakan timnya akan tampil gila-gilaan.

"Bulgaria sesungguhnya mendominasi pertandingan pada babak pertama, tetapi Swedia beruntung bisa unggul di tengah dominasi lawan. Itu membuat Bulgaria runtuh, terutama setelah gol kedua dan ketiga mereka. Karena itu, saya memperkirakan pertandingan kami malam ini akan sangat sulit. Kami melawan musuh yang harus menang, dan yang bermain seperti kami, dengan formasi 4-3-3." (rtr,F3,ant-77)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA