| Jumat, 18 Juni 2004 | INTERNASIONAL |
INTERMESOGugat 31 Tahun KemudianBEIJING - Janji adalah utang sehingga harus ditepati. Kata bijak itulah rupanya yang dipegang teguh wanita Beijing satu ini. Dia menggugat kebun bintang kota itu sebesar 440.000 yuan (sekitar Rp 500 juta) sebagai kompensasi tambahan, 31 tahun setelah anaknya tewas digigit kuda nil. Zhang Yuzhen (86) mengatakan dia menerima uang 700 yuan saat insiden itu terjadi dan ganti rugi tambahan setelah itu. Namun dia dijanjikan akan diberi kompensasi lagi setelah negara itu menerapkan kebijakan tentang kompensasi, kata harian China Daily. Zhang mendasarkan kasusnya pada ''Prinsip-prinsip Umum Hukum Perdata'' tahun 1987 dan interpretasi keadilan Mahkamah Agung 2003 yang menyangkut kompensasi bagi korban luka-luka, jelas harian tadi. Namun, pejabat dari Biro Pertamanan Kotapraja Beijing menyatakan, staf kebun binatang itu tidak pernah menjanjikan kompensasi lagi setelah kematian gais berusia 17 tahun itu, dan uang yang diberikan sudah seluruhnya. (rtr-niek-46) Mabuk, Garasi Dikira Toilet PHNOM PENH - Sedikit kelegaan pada malam buta itu membuahkan kerugian besar bagi dua pemabuk dari Kamboja itu. Bagaimana tidak. Dia ditembak dan dipukuli oleh petugas keamanan karena buang air kecil di tembok garasi. Polisi mengatakan Sun Sophat (23), putra seorang gubernur provinsi, dan Mao Visalvan (31) menyulut amarah petugan keamanan ketika mereka mengira garasi itu toilet umum saat mereka pulang dari pesta Senin malam lalu. Kepala polisi distrik Phnom Penh, Yim Simony, mengatakan petugas keamanan itu mungkin khawatir kedua orang itu merusak beberapa mobil mewah di garasi tersebut. Namun dia menduga reaksi mereka berlebihan. ''Petugas keamanan itu seharusnya tidak melepaskan tembakan ke arah mereka, hanya karena mereka berperilaku tidak pantas,'' katanya kepada Reuters. Sun Sophat, yang ditembak di bagian kakinya, menderita luka parah namun tidak mengancam hidupnya. Rekannya, Mao Visalvan, sembuh setelah dipukul kepalanya, jelas kepala polisi tadi. Buang air kecil di tempat umum merupakan hal lumrah di negara-negera miskin di Asia Tenggara karena kurangnya fasilitas.(rtr-niek-46) Kota Paling Berkeringat NEW YORK - ''Kota Matahari'' Texas baru saja menjadi Kota Paling Berkeringat di AS. Pasalnya, El Paso (Texas), yang pada musim panas temperatur rata-ratanya di atas 93 derajat Fahrenheit (43 derajat Celsius) dan kelembaban relatif di atas 70 persen, merupakan kota paling berkeringat di AS. Demikian berdasarkan studi yang hasilnya diumumkan Selasa lalu. Ilmuwan riset Tim Long menghitung indeks panas dan tingkat kelembaban relatif untuk menyusun 100 kota paling berkeringat dalam daftar Amerika. Berdasarkan perhitungan Long, hanya dalam empat jam penduduk El Paso mengeluarkan keringat yang bisa mengisi kolam renang Olimpiade. Penduduk mengucurkan lebih dari 36 ons cairan keringat dalam satu jam. ''Pendorongnya adalah udara panas, namun tingkat kelembaban merupakan faktor utamanya,'' kata Long. (rtr-niek-46) |