| Jumat, 18 Juni 2004 | INTERNASIONAL |
''Bawalah Ayah Saya Pulang''WASHINGTON - Paul Johnson, putra seorang warga Amerika yang disandera di Arab Saudi, Kamis kemarin memohon kepada Gedung Putih dan penguasa Arab Saudi agar berunding dengan para penculik yang mengancam akan membunuh ayahnya, Jumat ini. ''Saya hanya meminta Presiden AS dan para pejabat Saudi untuk membuat kesepakatan. Mumpung Hari Ayah sedang berlangsung di sini. Bawalah ayah saya pulang untuk ikut memperingati Hari Ayah,'' kata Paul, putra Paul Marshall Johnson (teknisi penerbangan yang diculik kaum militan), Kamis. Sambil memeluk foto ayahnya, Paul Johnson berjuang keras untuk menahan air matanya, ketika dia mendesak Presiden AS George W Bush dan pihak berwenang Saudi untuk menyelamatkan sang ayah. Di Amerika, Hari Ayah (Father's Day) diperingati pada pekan ketiga setiap bulan Juni. Paul Marshall Johnson Jr (49), pegawai Lockheed Martin dari Eagleswood Township, diculik Sabtu lalu oleh suatu kelompok yang menyebut diri Al Qaedah di Arab Saudi.Organisasi tersebut diyakini dipimpin Abdulaziz Issa Abdul-Mohsin al-Moqrin, ketua Al Qaedah untuk wilayah Kerajaan Saud. Sang anak mengajukan permohonan itu lewat televisi CNN. Dia tampil bersama putra dan salah seorang bibinya. Paul Marshall Johnson belum pernah bertemu secara pribadi dengan cucunya yang baru berusia tiga tahun itu. Selasa lalu, suatu web site memperlihatkan rekaman video yang memperlihatkan Paul Marshall Johnson Jr dengan mata ditutup. Para penculiknya mengancam membunuh warga AS itu, kecuali jika penguasa Saudi membebaskan tawanan Al Qaedah dalam tiga hari. Kelompok militan itu sebelumnya mengancam memperlakukan Johnson seperti tentara AS memperlakukan para pejuang Irak yang ditahan dan disiksa di penjara Abu Ghraib, pinggiran Bagdad. (rtr-niek-46) |