| Selasa, 15 Juni 2004 | PEMILU 2004 |
Wiranto Korban Terbanyak Kampanye NegatifJAKARTA - Capres Partai Golkar H Wiranto mungkin salah satu dari lima pasang capres yang paling banyak menjadi korban kampanye negatif atau black propaganda. Namun, mantan Panglima ABRI tersebut tidak banyak menanggapi hal itu. Hal itu diungkapkan Ketua Tim Sukses capres Wiranto-Gus Sholah, Slamet Effendi Yusuf, kemarin. Dia menyebutkan, pasangan Wiranto-Salahuddin Wahid tak akan mempersoalkan lebih lanjut banyaknya bentuk-bentuk kampanye negatif atas mereka. Penjelasan sudah dilakukan, tapi kalau dilayani terus, akan seperti menari di atas gendang orang lain. "Saya menjadi korban dari black propaganda, dari negative campaign," ujar Wiranto. Slamet mengemukakan, beberapa kejadian yang mengarah kepada kampanye negatif telah menimpa pasangan itu, terutama Wiranto. Misalnya, kasus VCD AFI yang memuat ajakan menolak calon presiden dari militer. Selain itu, Slamet menuding mencuatnya kasus Pam Swakarsa yang dicetuskan Mayjen (Purn) Kivlan Zen juga bagian dari kampanye negatif. Tentang VCD AFI, Slamet menegaskan, pihaknya percaya itu tidak diproduksi oleh stasiun televisi Indosiar. Dia menegaskan pula, isu antimiliterisme tidak identik dengan militer. Banyak juga pemimpin dunia yang sukses meski berasal dari militer. "Yang kita tolak itu militerisme, tapi ingat militerisme tidak selalu berasal dari militer," katanya didampingi Theo Sambuaga, Bambang Sadono, dan Karna. Menyikapi banyaknya tudingan miring terhadap Wiranto, Slamet mengatakan, justru itu menyebabkan hubungan emosional antara Wiranto dan massanya kian kuat. Dia menuturkan, partainya telah melakukan semacam poling yang menyimpulkan bahwa dukungan terhadap Wiranto-Salahuddin Wahid malah makin menguat. Mendukung Ketua Umum Partai Golkar Akbar Tandjung kembali menegaskan, semua jajaran partainya di DPD provinsi dan DPD kabupaten/kota solid mendukung capres resmi hasil Konvensi Partai Golkar Wiranto dan cawapres Salahuddin Wahid dalam Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 5 Juli mendatang. Penegasan itu dikemukakan Akbar di Jakarta, Senin (14/6), menanggapi munculnya anggapan bahwa sampai saat ini jajaran partai pemenang pemilu anggota legislatif itu tidak solid mendukung pasangan calon tersebut. ''Bahkan saya sampai saat ini terus berkampanye bersama Pak Wiranto setiap hari,'' kata Akbar yang Senin kemarin juga berkunjung ke Solo dalam rangka menghadiri pemakaman Raja Solo Paku Buwono XII di Imogiri. Dia mengemukakan, tak ada alasan untuk tidak mendukung Wiranto karena semua itu memang hasil Konvensi Partai Golkar. Saat ditanya tentang masih adanya beberapa pengurus baik di pusat maupun daerah yang tidak mendukung Wiranto-Salahuddin Wahid, Akbar menyatakan hal itu harus dilihat kasus per kasus. Jika alasannya adalah karena mendukung pasangan capres-cawapres lain, DPP Partai Golkar akan memberikan peringatan tertulis dan akan menonaktifkan mereka dari kepengurusan. (bu,nas-83, 87ej) |