logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 15 Juni 2004 PEMILU 2004
Line

Panwas Belum Bisa Tentukan Pasal Penjerat

  • Pelanggaran Tim Mega-Hasyim

SEMARANG- Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwas Pemilu) Kota Semarang, Senin (14/6) memanggil dan memeriksa Nuniek Sriyuningsih, Sekretaris III Tim Kampanye Megawati-Hasyim Muzadi Jateng yang juga sebagai Ketua Departemen Wanita DPD PDI-P Jateng.

Anggota Panwas Pemilu Kota Semarang Husni Thamrin SH mengemukakan, pemanggilan itu terkait dengan kegiatannya membagikan nasi bungkus di Jalan Pandanaran kepada pejalan kaki dan pengendara yang melewati jalan itu. Nasi bungkus dibagikan kepada warga yang lewat di depan Hotel Graha Santika. Kebetulan salah satu ruang hotel itu menjadi kantor sekretariat tim kampanye pasangan calon tersebut.

Husni mengatakan, tuduhan yang ditujukan kepadanya adalah melakukan praktik money politics dalam kampanye pemilu presiden dan wakil presiden.

Panwas masih akan memeriksa para saksi yang mengetahui kegiatan tersebut. Sebab, kegiatan itu dapat dikatakan merebut hati calon pemilih dengan memberikan nasi bungkus. Panwas juga akan mempelajari video rekaman kegiatan itu yang direkamnya. "Walau begitu, Panwas belum menentukan pasal yang akan digunakan untuk menjeratnya," ujarnya.

Berdasarkan keterangan saat pemeriksaan, Husni menuturkan, pembagian nasi bungkus itu biasanya dilakukan di kantor DPD PDI-P Jateng Jalan Sudirman. Namun karena dianggap yang menerima hanya itu-itu saja, kegiatannya diperluas ke wilayah lain.

Nuniek Sriyuningsih mengungkapkan, pembagian nasi bungkus itu sebenarnya tidak ada tendensi kampanye Megawati-Hasyim Muzadi. "Itu hanya bakti sosial saja," kata dia.

Bakti Sosial

Panwas, lanjutnya, harus bisa memisahkan antara kampanye dan bakti sosial. Sebab, dalam kegiatan itu tidak ada pesan-pesan khusus agar warga yang diberi nasi bungkus mencoblos salah satu pasangan capres-cawapres, apalagi nasi bungkus itu tidak ditulisi atau tak ada ajakan agar mencoblos. Selain itu, juga tak ada logo dan spanduk.

Sementara itu calon presiden dari PDI-P Megawati Soekarnoputri akan mengikuti istighotsah kubra di Simpanglima, Semarang Kamis (17/6). Kegiatan tersebut dalam rangkaian kampanye Megawati di Jawa Tengah yang dimulai 15-20 Juni.

Tim kampanye Mega-Hasyim (TKMH) Jatim mengajukan protes kepada KPU Provinsi Jatim. Senin (14/6), protes TKMH diajukan beberapa petinggi lembaga tersebut. Mereka menuntut KPU Provinsi Jatim mengklarifikasi pernyataannya mengenai kampanye perdana Mega di Jatim belum memiliki izin cuti.

Tuntutan bernada protes itu kemarin disampaikan Ketua TKMH Jatim Sirmadji. Sebelum kampanye perdana di Jatim pada 8 Juni lalu, izin cuti Mega telah disampaikan sekretariat negara kepada KPU Pusat di Jakarta. (G17,G1, G14-83je)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA