logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 15 Juni 2004 PANTURA
Line

Kelulusan Siswa di Brebes 50%

BREBES - Di luar dugaan, Ujian Akhir Nasional (UAN) SMA/MA/SMK di Brebes, hasilnya jelek. Dari 8.762 peserta ujian, kemarin, yang dinyatakan tidak lulus 504 peserta atau 7,57%. Di antara yang tidak lulus, hampir 50% lebih berasal dari sekolah kejuruan (SMK), dari 2.103 peserta (15 SMK), yang gagal 266 anak.

Selain yang tidak berhasil, empat SMA terdiri atas SMA Negeri 1, SMA Negeri 2 Brebes, SMA Negeri Bumiayu, dan SMA Muhammadiyah Tonjong, lulus 100%. Disusul dari Madrasah Aliyah (MA) Ma'arif Ketanggungan, MA Assalafiyah Jatibarang, MA Muhammadiyah Plompong, MA Mimbaul Ulum Jetak, MA Ma'arif NU Bantarkawung, dan MA Al Ma'arif Dawuhan. Sementara SMK yang lulus 100% terdiri atas SMK Ma'arif NU Paguyangan, SMK Muhammadiyah Sirampog, dan SMK Al Furqon Bantarkawung.

Kasubdin SLTP/SLTA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Drs H Munthoha MM kemarin mengatakan, melihat persentase tingkat kelulusan 92,43% tergolong masih baik dibandingkan tingkat kelulusan Kota/Kabupaten Tegal, di bawah 90%. "Prediksi saya soal tingkat kelulusan tak jauh beda. Angka 7,57% relatif masih rendah," paparnya.

Kurang Siap

Menanggapi beberapa sekolah yang nilainya jatuh itu, Munthoha memperkirakan karena kekurangsiapan guru dan siswa dalam menghadapi UAN.

Guru SMK Karya Bhakti Drs Wahyudin Zufri mengakui, hasil UAN yang tak maksimal pada anak didiknya karena materi ujian, khususnya mapel Matematika SMK disamakan dengan SMA/MA. Padahal KBM yang dituangkan SMK tidak sama dengan SMA. Karena itu, hasil UAN tahun 2004 ini, dari 365 peserta ujian, yang tak lulus sampai 101 anak.

Selain SMK Karya Bhakti yang kurang beruntung, SMK Budi Utomo dari 136 peserta, yang tidak lulus 72 (50% lebih), kemudian SMK Muhammadiyah Paguyangan 119 peserta, yang tak lulus 23 anak. "Untuk SMA yang hasil UAN-nya jelek, SMA Pusponegoro Tanjung. Dari 18 anak, yang tak lulus 15 anak," ujar sumber di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

Di tengah kegembiraan mereka yang lulus, Khilyatun Niswah, peserta ujian dari SMA Al Hikmah, Benda - Sirampog, Brebes, kemarin dinyatakan tidak lulus. Padahal, nilai sejarah kebudayaan Islam yang dikirim sekolah ke provinsi 6.00, tapi kemudian muncul lagi dari provinsi, nilainya menjadi 4.00. Sehingga dia yang seharusnya lulus dinyatakan tidak lulus.

Terhadap kesalahan itu, guru SMA Al Hikmah kemarin melayangkan protes ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. "Nilai Khilyatun Niswah bisa diubah setelah konsultasi ke provinsi. Itu bukan kesalahan anak, tapi kesalahan pemindahan nilai," kata Munthoha.(wh-74)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA