logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 15 Juni 2004 PANTURA
Line

1.170 Pelajar di Kabupaten Tegal Tak Lulus

  • Bukan Cermin Kebobrokan Sekolah

SLAWI - Sebanyak 1.170 pelajar dari berbagai SMA, MA, dan SMK di Kabupaten Tegal kemarin tidak lulus ujian akhir nasional (UAN) yang mensyaratkan kelulusan minimal nilai 4,01. Jumlah itu berarti 12% dari 8.087 pelajar yang mengikuti ujian.

Meski yang tidak lulus sebanyak ini, sejauh pantauan Suara Merdeka di sejumlah sekolah, hal itu tidak menimbulkan gejolak. Pelajar yang tidak lulus tetap bersikap tenang karena mereka masih menaruh harapan bisa lulus pada UAN ulangan yang bakal diselenggarakan pada 1-10 Juli.

Sementara itu, ribuan pelajar yang lulus kemarin melakukan aksi hura-hura dengan berarak-arakan di jalan-jalan utama Kota Slawi. Aksi coret-coret menggunakan cat semprot dan spidol warna-warni di baju, celana, rambut, dan wajah terlihat dalam "pesta" itu. Dengan dandanan penuh coret-coret, mereka selain berarak-arakan dengan sepeda motor di jalan utama kota juga menari-nari di jalan.

Akibatnya, arus lalu lintas di jalur selatan arah Tegal-Purwokerto tersendat. Para siswa yang menari di jalan dan sebagian lagi menggeber motor juga mengganggu kenyamanan para pegawai yang saat itu pulang kantor. Banyak pengendara lain memilih berhenti atau minggir menghindari aksi tersebut. "Wah kayak kampanye. Medeni," tutur salah seorang warga saat menyaksikan pelajar yang meluapkan kegembiraan setelah dinyatakan lulus UAN.

SMA Favorit

Di sisi lain di sejumlah SMA favorit, terutama sekolah negeri, siswa yang tidak lulus hanya sedikit. Dari 16 sekolah negeri (SMA, MA, dan SMK) yang tidak lulus hanya 74 siswa. Adapun yang lulus 100% hanya tiga sekolah negeri, yakni SMA 1 Slawi, SMA 3 Slawi, dan SMK 1 Dukuhturi.

Sekolah swasta yang mencapai kelulusan 100% ada lima sekolah, yakni SMA Muhammadiyah Tarub, MA Al Iman Adiwerna, MA Raden Patah Pangkah, MA Al Ikhlas Cerih Jatinegara, dan MA Al Islamiyah Danawarih Balapulang.

Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Tegal Dimyati SE berpendapat, tingkat ketidaklulusan 12% dinilai masih baik. Hal itu jika melihat prediksi sebelumnya ketidaklulusan dapat mencapai lebih dari 50%.(D12-17e)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA