| Selasa, 15 Juni 2004 | PANTURA |
Kekhawatiran Tidak Lulus Massal Tak Terbukti
KAJEN- Kekhawatiran beberapa pihak terhadap kemungkinan tidak lulus massal di Kabupaten Pekalongan, menyusul peningkatan standar nilai Ujian Akhir Nasional (UAN), tidak terbukti. Bahkan peserta UAN Jurusan IPA di delapan SMA/SMK di Kota Santri, berhasil lulus 100%. Dari 3.791 peserta UAN SMA/MA/SMK negeri dan swasta di Kabupaten Pekalongan, 289 atau 7,62% tidak lulus atau menurun dibandingkan tahun lalu yang mencapai 9%. Padahal sebelumnya, beberapa pihak memperkirakan siswa yang tidak lulus minimal bisa mencapai 30%. Kedelapan sekolah yang yang siswanya berhasil lulus 100% adalah SMA I Doro, SMA I Kajen, SMA I Kesesi, SMA I Sragi, SMA I Kedungwuni, SMA I Wiradesa, SMA Islam YMI Wonopringgo, dan SMK I Kedungwuni. Sementara jurusan IPS, siswa di dua sekolah juga berhasil lulus 100% yaitu SMA I Kajen dan MAS Simbangkulon. Bupati Pekalongan Drs H Amat Antono mengaku bersyukur dengan hasil tersebut, meski diakui belum bisa memuaskan. Namun kondisi itu jauh dari perkiraan yang selama ini mengkhawatirkan bakal terjadi tidak lulus massal. "Hasil tersebut merupakan peran serta seluruh pihak yang menaruh perhatian pada masalah UAN," ujarnya. Sejak ada kebijakan pemerintah menaikkan standar UAN, menurutnya, seluruh pihak menaruh perhatian besar terhadap masalah itu dengan melakukan berbagai langkah antisipasi. "Ternyata langkah antisipasi dan membawa hasil. Kelulusan di sekolah kita tahun ini lebih baik dibandingkan tahun lalu, meski standarnya dinaikkan," tandasnya. Lebih jauh Kepala Dinas Pendidikan Drs HM Tambyan MM mengatakan, sejak Februari seluruh sekolah di Kabupaten Pekalongan memang menambah jam pelajaran, khususnya mata pelajaran yang di UAN-kan. Kekhawatiran... (Sambungan hlm 17) Selain itu, seluruh orang tua siswa juga dikumpulkan untuk mendorong agar anaknya serius mempersiapkan diri saat UAN. Ujian Susulan Siswa yang tidak lulus ujian, menurut Tambyan, masih punya kesempatan memperbaiki lewat ujian susulan yang akan digelar sekitar tanggal 8 -10 Juli. Hasil UAN yang diumumkan serentak Senin kemarin disambut antusias para siswa yang berhasil lulus. Mereka meluapkan kegembiraan dengan "pesta rutin"yang selalu digelar pelajar saat merayakan kelulusannya, yaitu dengan pesta corat-coret pakaian dan konvoi sepeda motor. Secara bergelombang, puluhan sepeda motor yang dikendarai siswa yang pakaiannya sudah penuh dengan coretan cat berkeliling di jalan-jalan utama di Kabupaten Pekalongan, sambil menggeber knalpot. Konvoi bertambah meriah ketika muncul rombongan yang sama dari Comal, Pemalang. Polisi terpaksa bekerja keras untuk menertibkan lalu lintas. Sementara itu, suasana menjelang pengumuman kelulusan di beberapa sekolah di Kabupaten Pekalongan terlihat menegangkan. Pasalnya, kabar akan terjadinya tidak lulus massal santer terdengar di Kota Santri. Aparat keamanan bahkan berjaga-jaga di beberapa sekolah untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan seperti di SMK Yapenda Wiradesa. Namun, tidak ada kejadian seperti yang ditakutkan, sebab jumlah siswa yang tidak lulus ternyata tidak sebesar yang diperkirakan. (G16-74) |