logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 15 Juni 2004 MURIA
Line

Desa Regaloh Dijadikan Objek Wisata Pendidikan

DIAM-diam Perhutani KPH Pati membangun sebuah peluang wisata khas yang di daerah lain belum ada. Bahkan, upaya itu tak hanya bernuansa employment, tetapi bertujuan empowerment (pemberdayaan) masyarakat sekitar. Yaitu, peran potensi masyarakat sekitar lokasi (Desa Regaloh) yang tergabung dalam Paguyuban Alam Lestari untuk mengelola agrosylvo wisata dalam pola Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM).

Ir Bambang Sukarjo HP, Administratur Perhutani KPH Pati mengungkapkan, agrosylvo wisata di Regaloh itu amat potensial karena belum ada objek wisata alam di sekitar Kota Pati. ''Apalagi yang bernuansa nature agrosylvo yang mengetengahkan kebun murbei dan arboretum tanaman bambu dari berbagai jenis yang ada di Indonesia, bahkan beberapa jenis dari negara Asia,'' ujarnya. Sylvo-nya tentu merupakan hamparan hutan jati (Tectona grandis linn) yang dapat digunakan untuk bersantai (rekreasi) bersama keluarga dengan arena bermain anak-anak yang cukup representatif.

Bambang juga mewujudkan sebuah hamparan hutan yang dikemas menjadi sebuah camping ground dengan berbagai sarana penunjangnya seperti MCK, blok kaveling perkemahan, dan areal upacara/api unggun yang biasa dilakukan oleh orang-orang yang kemah.

Pria penuh ide tersebut juga mengaku mendapat desakan dari jajaran pendidik untuk membuka Regaloh yang berpotensi budi daya lebah madu dan sutera alam tersebut untuk menjadi ajang wisata pendidikan bagi para pelajar atau siapa saja yang ingin menimba ilmu, termasuk ilmu praktis untuk dapat menjalankan usaha di bidang perlebahan dan ulat sutera. Akan tetapi administratur itu tak hanya mengiyakan usulan tersebut. Ia tetap juga menyertakan unsur profesionalisme dalam menyuguhkan wisata pendidikan tersebut. ''Ya harus tetap bayar karcis masuknya,'' ujarnya.

Topografi Regaloh datar dan terletak di lereng sebelah timur Gunung Muria yang terkenal itu. Ketinggiannya tak lebih dari 80 m di atas permukaan laut.

Bambang mengatakan bumi perkemahan yang disediakan luasnya sekitar 4,3 ha dengan daya tampung sekitar 2.000 orang yang dilingkupi hutan Accasia mangium dan randu serta aneka tanaman buah-buahan seperti mangga dan rambutan. (Agus R Sulaeman-85n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA