logo SUARA MERDEKA
Line
Selasa, 15 Juni 2004 KEDU & DIY
Line

Reuni, Wadah Membentuk Jejaring

BEGINILAH bila sebuah akademi sekretari menggelar reuni. Karena sebagian besar alumnus adalah perempuan, tak mengherankan jika suasana begitu ramai. Biasalah, bertahun-tahun tak bertemu banyak kata terucap mulai dari just say hello sampai mengobrol dan tertawa terbahak-bahak. Di sinilah ajang kangen-kangenan sekaligus gosip.

''Apalagi yang dibicarakan kalau bukan soal keluarga, pekerjaan, dan nostalgia semasa kuliah yang meninggalkan kenangan tersendiri bagi kami,'' ujar Caritas Warun Kusumo, lulusan ASMI Santa Maria Yogyakarta yang beberapa waktu lalu mengadakan reuni akbar.

Akademi di Jalan Bener 14 Tegalrejo, Yogyakarta, itu bukanlah pendatang baru dalam dunia pendidikan sekretari. Pada awal mula berdiri tahun 1975 namanya Pendidikan Sekretaris. Setelah tiga tahun berdiri berubah status menjadi lembaga pendidikan kejuruan dengan masa studi dua tahun.

Lima tahun kemudian masa studi siswa bertambah atau setara D3, yakni tiga tahun, dengan status masih LPK. Baru tahun 1987 LPK itu berubah nama menjadi Akademi Sekretari dan Manajemen Marsudirini (ASMI) Santa Maria Yogyakarta.

Direktur ASMI Santa Maria, Sr M Assumpta Rumanti OSF, mengemukakan lembaga itu berdiri terutama untuk membantu lulusan SMA yang tidak dapat melanjutkan studi ke PTN atau PTS. Tujuan lain, membantu mahasiswa yang drop out karena keterbatasan kemampuan.

Namun dalam perjalanan waktu akademi itu menjadi salah satu lembaga pendidikan yang diperhitungkan karena kualitasnya. Tidak sebatas orang Yogyakarta yang menuntut ilmu dan keterampilan di sana. Banyak pula dari luar daerah, bahkan luar Pulau Jawa.

Bentuk Jejaring

Reuni, kata ketua panitia Widiandayani, bukan sekadar untuk bernostalgia, melainkan sekaligus membentuk jejaring. Jadi ada keterikatan antara alumni, almamater, dan mahasiswa yang masih menuntut ilmu. Berbagai informasi secara cepat dapat disebar, terutama yang berhubungan dengan dunia kerja.

''Dampak lain, ikatan itu menguatkan kami sebagai keluarga besar ASMI, meski sudah tersebar dan berdomisili di seantero negeri, bahkan di luar negeri,'' ujar Widi.

Dari ajang bernama reuni itulah mahasiswa yang belum lulus atau yang baru menyelesaikan pendidikan bisa bertukar pikiran dengan alumnus. Mereka bisa menimba ilmu dari senior yang lebih berpengalaman dalam dunia kerja.

''Seorang sekretaris saat ini dituntut lebih profesional menjalankan tugas dan fungsi. Selain memiliki ilmu pengetahuan sesuai dengan profesi, dia juga harus mampu menjalan tugas kepemimpinan dan keterampilan manajerial serta komunikatif,'' imbuh Sr Assumpta.

Menjalankan tugas dan fungsi sekretaris bukan semata-mata untuk kepentingan pribadi dan perusahaan, institusi atau lembaga. Masih ada yang harus menjadi perhatian lebih, yakni melakukan semua itu untuk kemanusiaan.

''Perjuangan untuk mencapai masa depan penuh arti bagi kemajuan bangsa dan negara yang terpuruk ini masih panjang. Selayaknya kita bangun manusia dan negeri ini dengan penuh tanggung jawab, matang, dewasa, baik dalam kualitas keilmuan maupun moralitas,'' kata Assumpta. (Agung PW-86 )


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA