SUARA MERDEKA
 
INDEKS EKONOMI Jumat, 11 Juni 2004

JAKARTA- Pemerintah mengharapkan agar masyarakat khususnya kalangan pasar modal dan perbankan bisa lebih jeli menilai kondisi makro ekonomi sehingga tidak gegabah dalam mengambil kebijakan hanya dengan melihat situasi rupiah yang melemah dan berimbas ke pasar modal.

DALAM pers release-nya tanggal 2 Juni 2004 lalu Bank Indonesia menginformasikan bahwa Giro Wajib Minimum (GWM) bank akan segera dinaikkan secara deferensial. Ketentuan GWM tersebut adalah; untuk bank yang menguasai dana pihak ketiga lebih dari Rp 50 triliun akan dikenakan GWM sebesar 10%, perbankan yang menguasai dana pihak ketiga antara Rp 10 triliun - Rp 50 triliun GWM-nya 7,5%,

SOLO- Permintaan mata uang dolar AS yang seminggu lalu sangat tinggi di Kota Solo, selama dua hari terakhir mengalami penurunan. Permintaan mencapai puncaknya terjadi 2 Juni lalu. Ketika itu nilai satu dolar AS mencapai Rp 9.600.

SEMARANG- Kenaikan harga minyak dunia di atas 30 dolar AS per barel diperkirakan bakal berdampak terhadap tarif penerbangan. Di Semarang, maskapai milik pemerintah Garuda Indonesia sudah berencana menaikkan tarif 5% untuk rute Semarang-Jakarta.

JAKARTA- Panitia Kerja (Panja) Anggaran DPR memutuskan subsidi pangan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2005 sebesar Rp 4,6 triliun, atau lebih rendah dari usulan pemerintah sebesar Rp 4,7 triliun.

SEMARANG- Manajer Area PT PLN Ferdinand Siahaan menyanggah pemberitaan di Harian Suara Merdeka edisi 1 Juni 2004, halaman 5 kolom 6 tentang pemasaran alat penghemat listrik.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA