| Jumat, 11 Juni 2004 | PANTURA |
LINTAS PANTURAMalam Ini Pecas Ndahe di SlawiSLAWI - Grup musik kocak asal Solo, Pecas Ndahe, dijadwalkan bakal menghibur acara Pisah Sambut Kapolres Tegal, Jumat (11/6) malam ini, di Pendapa Ki Gede Sebayu. "Saya memang akan menyelenggarakan yang spesial untuk Kapolres Tegal, karena perannya cukup besar dalam membantu keamanan selama ini," tutur Bupati Tegal Agus Riyanto SSos, kemarin. Seperti diketahui, pejabat lama Kapolres Tegal AKBP Drs Moch Iriawan MM kini ditugaskan di Polda Metro Jaya, Jakarta. Dia digantikan AKBP Drs Tri Nugroho DJ Adi SH MSi. (D12-74) Senam Bersama di Peleman SLAWI - Sebanyak 150 warga Desa Peleman, Kecamatan Suradadi, Jumat (11/6) ini, sekitar pukul 06.00 pagi, mengadakan senam bersama jajaran Polsek Suradadi. Menurut Kapolsek Suradadi AKP Suyono, senam aerobik itu umumnya diikuti wanita penghuni lokalisasi Peleman. "Untuk instruktur senam kami mengundang khusus dari luar. Jumlahnya tiga orang. Ini kegiatan rutin tiap hari Jumat," tuturnya. (D12-74) Dialog Penggantian Meteran Listrik KAJEN- Muspika Bojong Kabupaten Pekalongan, Jumat ini (11/6) akan mengumpulkan seluruh kades dan perwakilan masyarakat di Kecamatan Bojong untuk mendialogkan penggantian meteran listrik (Kwh meter socket) dengan PLN. Dialog akan diadakan di Aula Kecamatan Bojong. (G16-74) Kampanye Terbuka Wiranto - Solahuddin KAJEN- Tim sukses Capres Wiranto - Solahuddin Wahid, Sabtu besok (12/5) akan menggelar kampanye terbuka di Lapangan Paesan, Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan. Ketua Tim sukses Wiranto - Solahuddin Drs HM Mochtar MM mengatakan, pihaknya optimistis bisa memenangkan pilpres di Kota Santri. "Kampanye tersebut adalah salah satu cara untuk memperluas dukungan,' 'ujarnya. (G16-74) Bonus untuk Penyalur Raskin Terbaik BREBES - Untuk mengantisipasi kebocoran setoran beras miskin (raskin) Pemkab Brebes menyediakan bonus bulanan untuk satuan tugas (satgas) kecamatan. Bonus sebesar Rp 100.000 per kecamatan diberikan, apabila mereka mampu melunasi setoran tepat waktu. Kepala Bagian Perekonomian H Rismono Prawiro SH kemarin (10/6) mengatakan, bulan Mei lalu terdapat delapan kecamatan mendapat bonus terdiri, Kecamatan Banjarharjo, Songgom, Brebes, Salem, Bumiayu, Paguyangan, Tonjong dan Wanasari. Menurut Rismono, bonus diberikan untuk merangsang satgas agar bekerja lebih giat lagi, khususnya dalam melakukan pemantauan setoran ke desa-desa. "Dulu sebelum ada bonus, ada dua petugas kecamatan yang terlibat pemakaian setoran. Sekarang hal itu tidak ada lagi," paparnya. Pagu beras yang dibagikan ke rakyat miskin bulan Juni ini 1.569.880 kg meliputi 78.494 keluarga. Yang mendapatkan beras miskin ini atas usulan kepala desa/kelurahan sesuai hasil musyawarah desa. (wh-20) Silaturahmi Sukseskan Pilpres SLAWI - Pemkab Tegal, kemarin, menggelar acara silaturahmi muspida, tokoh agama, tokoh masyarakat, seniman, KPU dan Panwas Pemilu. Selain itu hadir sejumlah petugas keamanan dari Polres, Kodim dan Lanal. Acara yang berlangsung di aula Kantor Kesbanglinmas, bertujuan untuk menyukseskan pemilihan presiden pada 5 Juli mendatang. Bupati Tegal Agus Riyanto dalam sambutannya mengimbau, agar situasi aman dan kondusif yang sudah terbina dapat terus dipelihara. Ketua KPU Achmad Fatikhudin Emha SAg menambahkan, dalam pilpres selain mengedepankan azas luber (langsung umum, bebas dan rahasia), juga harus mengingat soal jujur dan adil. (D12-20) TNI AL Gadungan Ditangkap SLAWI - Seorang pemuda yang selama ini mengaku sebagai anggota TNI - AL , akhirnya ditangkap jajaran Resintel Polsek Suradadi. Pelaku yang diketahui bernama Riski (22), berambut cepak mirip tentara ditangkap atas laporan warga dan keluarga korban ke polsek tersebut. Dia dilaporkan karena membawa gadis manis umur 16 tahun. Warga Sidoarjo, Kecamatan Suradadi, yang melihat pelaku akhirnya melaporkan ke polisi. Setelah ditangkap, tersangka kemudian dibawa ke Polwil Pekalongan. (D12-74) Pengganda Uang Ditangkap BREBES - Nasib Abdul Rohman (48) memang lagi apes. Dua tahun dicari tak ketemu, kemarin (10/6) tiba-tiba muncul di Jatibarang. Lelaki yang dikenal sebagai pelaku penggandaan uang itu, akhirnya dihakimi massa, hingga babak belur. Tersangka sejak tahun 2002 malang melintang mencari korban dengan cara menipu bisa menggadakan uang. Uang Rp 7,5 oleh dia katanya bisa disulap menjadi Rp 360 juta. Setelah menggasak uang Rp 66 juta dari empat korban, dia menghilang. Tak tahunya, kemarin dia muncul, sehingga menjadi sasaran kemarahan. Kasatreskrim AKP M Ngajib SIK mengatakan, modus yang dikembangkan tersangka mendatangi rumah korban, kemudian menawarkan jasa dapat melipatgandakan uang. Praktik yang dilakukan, menaruh uang di kain warna putih, kemudian ditaruh di atas kotak terkunci. Setelah itu, korban menyerahkan uang kepada tersangka yang bertempat tinggal di Desa Dayeuluhur, Cilacap. Uang tersebut ternyata tidak berkembang. Kotak yang ada tidak ada isinya. Merasa ditipu Abdul Basir (51) warga Desa Jatibarang akhirnya mengadu ke polisi. (wh-20) |