| Jumat, 11 Juni 2004 | OLAHRAGA |
EURO 2004Bambang Slameto: PSSI Sebaiknya Ikut Cermati EuroSOLO-Gelegar suasana sepak bola Euro, yang Sabtu malam nanti mulai digelar, sangat berbeda dengan gema pertandingan internasional lainnya, seperti Piala UEFA yang baru saja dijuarai oleh Valencia, maupun Piala Champion yang tahun ini diraih oleh Porto (Portugal), atau bahkan prakualifikasi Piala Dunia. Sebab, yang bertanding di Portugal kali ini merupakan para raksasa sepak bola dunia, minus tim-tim maut dari Amerika Latin. Terlepas dari semaraknya pertandingan, banyak sisi Euro yang patut mendapat perhatian, khususnya bagi kalangan sepak bola di Indonesia, dan lebih khusus lagi pengurus dan elemen PSSI. ''Tayangan Euro yang begitu komplet di televisi, sangat penting bagi semua pencinta sepak bola di Indonesia,'' kata Drs Bambang Slameto, ketua Komisi Wasit PSSI Jateng. Menurutnya, sajian persepakbolaan di Indonesia saling berkait. Organisasinya (PSSI), wasit, pemain, dan lebih penting lagi adalah penonton. Untuk hal tersebut, seluruh elemen itu harus bisa mendalami dan mencermati setiap pertandingan yang ditayangkan. PSSI, paling tidak harus menugaskan seorang pengurus untuk mencatat setiap kejadian di lapangan yang menyangkut jalannya pertandingan, termasuk kepemimpinan wasit, ulah pemain, serta penonton. Hasilnya didiskusikan, kemudian yang baik bisa disosialisasikan di kalangan PSSI. ''Khusus bagi wasit, saya sarankan untuk menyaksikan setiap pertandingan,'' pinta Bambang Slameto, yang juga salah satu pengawas pertandingan nasional itu. Pentingnya wasit menonton pertandingan bertarap internasional, menurutnya, bisa mencontoh, misalnya, bagaimana mereka melakukan putusan pada setiap pelanggaran, termasuk pula ketegasannya dalam menyikapi pemain. Bambang Slameto juga menganjurkan kepada seluruh pemain, baik amatirl, profesional, nasional, maupun tingkat perserikatan agar tidak melewatkan waktu untuk menyaksikan setiap pertandingan Euro. ''Jangan hanya menonton, tetapi lihatlah bagaimana teknik mereka dalam mengolah bola, memberikan umpan akurat, dan lebih penting lagi gaya menjemput bolanya,'' katanya. Khususnya kepada pemain, Bambang menyarankan agar bisa meniru penampilan pemain yang patuh terhadap setiap keputusan wasit, meski putusan itu berupa tendangan penalti, kartu kuning, atau kartu merah. Jika ada protes, dipastikan protesnya wajar, tidak sampai mendorong atau memukul wasit seperti yang terjadi di Tanah Air. Masyarakat pencintak sepak bola, khususnya penonton, diminta untuk menonton pertandingan Euro dengan cermat; tidak hanya sekadar menikmati penampilan pemain para bintang, tetapi menyimak keseluruhannya. Dia mengeluh, karena hingga kini masih banyak masyarakat sering menyalahkan wasit dalam memimpin pertandingan. Mereka belum paham mengenai apa itu advantage close, membawa bola kemudian ditekling dari belakang. Jika lawan tidak jatuh, tentunya tidak perlu disemprit, demikian juga hand scoten, atau terjadi sentuhan tangan pada bola saat jatuh berbareng dengan lawan, itu tidak perlu disemprit. Kondisi itu, banyak tidak diketahui oleh penonton dan pemain, kemudian mereka marah. Wasit dikatakan tidak becus, atau disuap. ''Masih banyak peraturan wasit yang perlu diketahui oleh umum, dan sering terjadi peristiwa di lapangan, namun tidak perlu disemprit oleh wasit. Dari Euro ini, kita harapkan seluruh elemen yang berkait dengan sepak bola bisa mencermati dan menghayati,'' pinta Bambang. (P44-15a) |