logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 11 Juni 2004 WACANA
Line

SURAT PEMBACA

Oknum Polisi Semarang

Beberapa waktu lalu sekitar pukul 19.30 saat akan melewati arah Tugu Muda, saya diberhentikan seorang oknum polisi. Setelah memeriksa surat-surat kendaraan saya disuruh menghadap ke pos Tugu Muda dan dimintai mau bayar berapa. Karena tidak punya uang, saya terpaksa membayar Rp 20.000.

Kesalahan saya menurut mereka adalah plastik mika lampu rem saya tidak berwarna merah karena saya tutup warna biru. Saat minta bukti surat tilang, malah dia menyatakan salah satu surat kendaraan harus disita dan dibawa ke pengadilan. Otomatis saya tidak mau karena harus kembali ke Yogyakarta.

Saya bertanya apakah ada UU Lalin tentang lampu rem, katanya peraturan itu berlaku seluruh Indonesia. Kemudian saya protes sebab di Yogyakarta tidak ada masalah. Polisi bilang: "Kamu sekarang berada di Semarang atau di Yogya. Kalau di Semarang ya harus menaati hukum di Semarang".

Saya membantah, katanya peraturan tersebut berlaku di seluruh Indonesia tapi kenapa Yogyakarta tidak ditilang, eh... jawabannya malah lain: "Mahasiswa itu banyak demonya". Ganti saya jawab: "Pak, ini tidak ada kaitannya mahasiswa demo dengan pertanyaan saya".

Namun dengan nada tinggi dia menyuruh saya pergi dari ruangan. Dari kejadian tersebut dapat disimpulkan beginilah oknum polisi khususnya di Kota Semarang. Mereka jeli mengawasi setiap kesalahan yang belum tentu salah sesuai UU tetapi ujung-ujungnya tawar-menawar. Sekali lagi, itulah salah satu contoh polisi kita.

Arisandi Rahmawan

Jl Menteri Supeno 15 Yogyakarta

***

Demokrasi

Syafi'i Maarif : "Kran demokrasi harus dibuka pada 1998"

Sindhunata : "Sambel demokrasi sedep lan nyamleng"

Orang-orang : "Demokrasi telah mati dan dikubur"

Siapa yang membuka

Siapa yang nyambel

Siapa yang mengubur

Dan apa pula demokrasi

Cari klarifikasi kepada pejuang demokrasi

Di Prancis, Inggris, Jerman dan Amerika

Pasti berbeda persepsi mereka

Karena lain tempurung lain kelapa

Banyak kepala makin pelupa

Maaf jangan bertanya kepada rumput yang bergoyang

Mereka bergulir mengikuti angin sumilir

Tidak konsisten tidak komitmen

Plin-plan seperti kerbau dicocok hidung

Wahyu Ilahi : "Demokrasi" adalah musyawarah dalam segala problematika

Dengan niat yang halus tulus terbuka ikhlas

Jujur saling menghormati menghargai

Tidak saling menjegal biar pihak lain gagal

Mencari kebenaran satu tujuan demi kebersamaan

Dengan pancaran kasih sayang Tuhan

Menuju persatuan perdamaian keamanan kesejahteraan

Negara yang indah dibawah ampunan Tuhan ...

Suduri

Pasarbatang Rt 5/Rw 10 Brebes

***

Tanggapan McDonald's

Sehubungan tulisan Bp Bambang Purnomo di Surat Pembaca beberapa waktu lalu, kami dari McDonald's Ciputra Semarang telah berkunjung ke rumah beliau untuk menyelesaikan permasalahan disertai permohonan maaf dan simpati atas musibah yang terjadi.

Kami mendiskusikan permasalahan ini dengan segenap tim manajemen dan beberapa langkah penting telah diambil untuk menghindari terulangnya peristiwa serupa. Beliau memahami disertai harapan kami dapat meningkatkan pelayanan. Juga memberikan masukan yang berharga kepada kami.

McDonald's Ciputra

S Danang Utomo (Store Manager)

***

Uneg-uneg Ki Dalang Kontrang-Kantring

Saya setiap Selasa malam secara rutin mengisi paket di TV Borobudur Semarang lewat acara "Dalang Kontrang - kantring". Acara ini merupakan kolaborasi antara seni pedalangan bersama presenter, penyanyi, pelawak, pesinden, penari, musisi baik yang diatonis maupun pentatonis.

Visi dan misinya mengangkat citra seni budaya, atraksi dan promosi wisata budaya Temanggungan. Kecuali itu ingin mengangkat popularitas para seniman/i Temanggung Iewat media TV. Saya secara swakarsa/swadaya mengajak adik - adik seniman untuk berangkat ke Semarang demi nama Temanggung tercinta.

Lewat adegan pedalangan Kontrang - kantring kami mengajak para penonton bisa " Bersenyum " seirama dengan slogan Temanggung Bersenyum dan " Gerbang Dusunku ". Paket ini rasanya cocok untuk penonton di pedesaan terutama lereng Sumbing, Sindoro, Perahu dan daerah pantura.

Lewat surat terbuka ini saya ucapkan terima kasih kepada TV Borobudur, Jamu Jago Semarang selaku sponsor, Bapak HM Bambang Sukarno Ketua DPRD Temanggung, Bapak Drs H Muhammad Irfan Wakil Bupati, Bapak Drs Sudarto MA Ketua PGRI Jateng serta masyarakat.

Saya masih mengharap bantuan dari Bapak Bupati Drs Totok Ari Prabowo, kantor Pariwisata dan Kebudayaan, para pemerhati seni budaya untuk menambah koleksi wayang dan dana operasional siaran secara rutin. Sebab banyak yang masih pinjam dari dalang lokal. Nyuwun pangapunten dan mohon restu semoga dari Parakan, Temanggung ki dalang tetap dog-jIeng.

Sutjipto Adi

Pandesari Rt 4/Rw 8 Parakan, Temanggung

***

Donorkan Ginjal

Saya pria berumur 22 tahun domisili di salah satu kota di Jateng. Berat 65 kg dan tinggi 168 cm. Dokter pernah menyatakan saya tidak mempunyai penyakit yang berkaitan dengan ginjal dan saya pun sehat secara rohani. Golongan darah saya A.

Saya ingin dan siap menjadi pendonor ginjal. Bagi pembaca yang membutuhkan bisa menghubungi saya melalui redaksi.

Anton

***

Unilever Menjelaskan

Akhir-akhir ini terjadi upaya penipuan oleh oknum yang mengaku sebagai penyelenggara undian berhadiah Lifebuoy. Oknum tersebut mengatakan dirinya berasal dari perusahaan PT Mitra Makindo Utama selaku penyelenggara undian "Pemirsa Lifebuoy". Pemenang diminta menghubungi Syamsuri Damandari di 081514182347.

Dia menghubungi calon korban dan menyatakan menjadi pemenang undian berhadiah Lifebuoy serta diharuskan membayar sejumlah uang sebagai pajak hadiah. Untuk lebih meyakinkan calon korbannya, oknum mengirimkan dokumen palsu berupa surat konfirmasi pemenang, surat dari notaris, Polda Metro Jaya dan Dirjen Pajak.

Sehubungan hal itu, PT Unilever Indonesia Tbk sebagai produsen sabun dan shampo Lifebuoy menjelaskan sbb: Lifebuoy saat ini tidak sedang mengadakan promosi berupa undian berhadiah dalam bentuk apapun.

Dalam promosi berhadiah Unilever tidak memungut biaya dari pemenang dan pajak sepenuhnya ditanggung perusahaan. Jadi bila ada pihak mengatasnamakan salah satu brand Unilever dan minta pemenang membayar sejumlah uang, dapat dipastikan hal itu upaya penipua.

Diimbau masyarakat berhati-hati terhadap upaya penipuan ini. Bila merasa ragu mohon hubungi Suara Konsumen Unilever di nomor bebas pulsa 0-800-1-55800.

Leila Djafaar

Head of Corporate Communications


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA