| Jumat, 11 Juni 2004 | NASIONAL |
Gereja Katolik Dilempar Bom MolotovYOGYAKARTA- Gereja Katolik St Yusup, Minggir, Sleman dibom molotov oleh orang tidak dikenal, Rabu dini hari lalu. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, kecuali pintu gereja rusak seperti terbakar. Beberapa warga mendengar suara seperti mercon pada dini hari itu. Saksi Anastasia Surajiah menuturkan, pada Rabu sekitar pukul 04.00 dia mematikan lampu gereja dari belakang. Waktu itu dia tidak sempat menengok ke depan karena tidak melihat dan mendengar sesuatu yang mencurigakan. Baru pada sorenya, sekitar pukul 15.00, dia menengok ke depan karena akan membukakan pintu bagi ibu-ibu Wanita Katolik (WK) yang bermaksud mengadakan kegiatan. Betapa terkejut dia, demi mengetahui pintu gereja seperti bekas terbakar. Saat itu, dia juga melihat ada pecahan botol serta bau seperti bahan bakar. "Saat itu pula saya melarang ibu-ibu memasuki gereja dan segera melapor ke sesepuh desa, Pak Amir, yang lantas melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Minggir," papar Surajiah. Dia juga melarang ibu-ibu WK memasuki gereja sebelum polisi datang. Tak lama kemudian, aparat kepolisian datang di tempat kejadian untuk mengamankan lokasi. Ramai Gereja Katolik St Yusup dibangun pada 1981 dan baru tahun lalu direnovasi. Bangunan berukuran 8 x 24 meter persegi itu mampu menampung ratusan orang. Dan, pada hari-hari tertentu umat yang mengikuti misa bisa 1.000 orang. Kapolsek Minggir AKP Dewi Emiliana S SH mengatakan, kasus tersebut sudah ditangani Polres Sleman dan Polda DIY. Dia tidak berwenang memberikan keterangan atas peristiwa itu. Kapolda DIY Brigjen Sudirman mengungkapkan, kemungkinan terbakarnya pintu gereja akibat bom molotov. Kepolisian sedang meneliti dan menyelidiki kasus itu. Dia tidak mau berandai-andai siapa pelaku pengeboman, yang jelas dimintanya masyarakat semakin waspada menjelang pemilu presiden dan wakil presiden. "Mari kita ciptakan suasana damai menjelang pemilu presiden dan wakil presiden. Tiap-tiap elemen hendaknya bisa menjaga komunitas dan lingkungannya," pinta Sudirman sambil mengatakan, untuk mengantisipasi kejadian yang tidak diinginkan, Polda sudah menambah kekuatan terutama di daerah-daerah perbatasan. Gubernur DIY Hamengku Buwono X juga meminta rakyatnya tidak terpancing dengan kejadian itu. Dia menekankan, tidak perlu menanggapi peristiwa tersebut secara emosional. Yang jelas, masyarakat harus semakin meningkatkan kewaspadaan dengan memantau lingkungan sekitarnya.(D19-33j) |