logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 11 Juni 2004 MURIA
Line

Tetapkan Caleg Bermasalah, Golkar Didemo

JEPARA - Puluhan orang berdemo di Kantor DPD Partai Golkar di kompleks perkantoran partai itu di Kelurahan Bulu, Jepara, Kamis kemarin. Mereka menuntut agar pengurus DPD Partai Golkar berani mencopot tiga caleg terpilih yang dianggap bermasalah.

Ketiga caleg tersebut yakni Ir Gun Sudiryanto (caleg nomor urut 1 Daerah Pemilihan Jepara 1), Musta'in SH (caleg nomor urut 1 DP Jepara 3), dan Drs Darsono BSc (caleg nomor urut 2 DP Jepara 5).

Massa berdialog dengan pengurus DPD Partai Golkar, yang diwakili Drs H Masun Duri (ketua), Umar Said (sekretaris), dan Aryoto. Massa yang datang antara lain dari pengurus kecamatan (PK), pengurus desa (PD), dan kader.

Para perwakilan dari DP Jepara 1 (Kecamatan Jepara Kota, Tahunan, Kedung, Karimunjawa), menyatakan tidak akan menerima Ir Gun Sudiryanto sebagai caleg terpilih Partai Golkar. Alasannya, pada Pemilu 5 April lalu Gun mendapat suara lebih sedikit dibandingkan caleg nomor urut 2, H Lasiman. Selain itu dia dianggap tidak menghormati caleg nomor di bawahnya dan pengurus desa.

Perwakilan DP Jepara 3 (Kecamatan Batealit, Pecangaan, dan Kalinyamatan) juga mengupas beberapa perbuatan Musta'in yang dinilai merusak citra Partai Golkar. Dia dianggap tidak layak mewakili DP Jepara 3 karena dukungan warga rendah.

Sementara itu di DP Jepara 5 (Kecamatan Kembang dan Keling) pembeberan paling vulgar disampaikan H Tasono, fungsionaris Partai Golkar Kecamatan Keling. Ayah caleg nomor urut 3 DP Jepara 5, Sholihunnihayah Tasono itu mengungkapkan beberapa data tertulis tentang tindak pidana dan pelanggaran organisasi yang dilakukan Darsono.

''Di DP Jepara 5 ada 31 desa. Lima hari setelah pemilu, seluruh pengurus desa telah mengirim surat kepada DPD isinya tidak mengakui Darsono sebagai caleg Partai Golkar. Meski demikian hingga sekarang tidak ada kejelasan,'' kata Tasono.

Ketua DPD Partai Golkar Jepara H Masun Duri berjanji akan mengundang tiap-tiap pengurus kecamatan dan desa dari DP Jepara 1, DP Jepara 3, dan DP Jepara 5 sebelum 30 Juni 2004. ''Kami akan mengundang per DP. Sebab persoalan tiap DP berbeda. Intinya, persoalan yang disampaikan adalah ketidakpuasan caleg yang tidak jadi,'' kata Masun Duri seusai dialog yang dijaga satgas partai dan polisi.(kar-85i)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA