logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 11 Juni 2004 KEDU & DIY
Line

Becak dan Ojek Tagih Janji

KEBUMEN - Sejumlah abang becak dan para pengojek di beberapa lokasi mangkal, kini menagih janji ke Pemkab Kebumen terkait dengan permintaan mereka agar bus-bus besar dikembalikan lewat jalur utara.

''Kami ini hidup susah, hanya minta jalur utara dilewati bus saja kok ya diabaikan?'' keluh Majid (48), abang becak yang mangkal di perempatan Kembaran atau utara Mapolres, kemarin.

Hal serupa juga dikeluhkan Sagino (49), abang becak yang mangkal di SPBU Jl Kutoarjo, Kebumen. Ia mengaku menarik becak pada malam hari. Namun setelah terminal pindah dan bus tidak ada yang masuk Kota, makin sepi dan susah mencari penumpang.

Hal senada juga dipertanyakan para tukang ojek di Kawedusan dan Mertokondo. Mereka menagih janji ke Pemkab atas tuntutan yang dilakukan dalam aksi demo belum lama ini. Sebab, jumlah anggota pengojek banyak. Namun sejak bus tak lewat jalur utara, mereka kehilangan lahan.

Secara terpisah Plt Kepala Dinas Perhubungan dan Pariwisata (Dishubpar) Kebumen R Herry Poernadi SH menyatakan, pihaknya sudah mengadakan rapat dengan pihak terkait, yakni Polres, Bagian Hukum, dan Organda pada Sabtu 5 Juni lalu.

Telah Dirapatkan

Menurut penuturan dia, Subdin Perhubungan mengizinkan bus malam dari barat lewat jalur utara pada malam hari. Namun harus diikuti sarana jalan yang memadai agar kendaraan dua arah bisa masuk Terminal Adikarso lewat simpang Sijago.

Herry meminta, sebelum jalur bus diubah diadakan pelebaran jalan dari pertigaan Sijago sampai jalan lingkar selatan. Selain itu harus juga dibenahi geometri jalan, dimensi jalan. Apalagi frekuensi jalur selatan kini makin padat. Bangunan yang menghalangi pandangan di tepi jalan lingkar selatan pun tetap harus ditertibkan.

Dishubpar akan mengumpulkan awak angkutan, becak, dan ojek, baik di jalur selatan maupun utara. Dia mempersilakan kedua pihak bermusyawarah mencari jalan terbaik agar Pemkab bisa memenuhi pendapatan daerah, sedangkan awak angkutan, termasuk becak dan ojek, bisa mendapatkan rezeki.

Sementara itu Suyadi, koordinator tukang ojek di Kawedusan, menyatakan tidak mungkin mereka ikut bergabung ke selatan semua. Sebab jumlah anggota ojek ratusan orang, dan pangkalannya terbatas.

Lagi pula, lanjut Yadi, untuk mendaftar menjadi anggota ojek di jalur selatan dipungut Rp 500.000. ''Menurut saya jalan tengahnya, bus dari arah barat pada malam hari dikembalikan lewat jalur utara,'' tandas dia. (B3-76n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA