logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 11 Juni 2004 KEDU & DIY
Line

''Kalau Pensiun, Bagaimana Cari Duit Lanang''

PURWOREJO-''Selama ini setiap menerima gaji saya serahkan seluruhnya kepada istri dan saya hanya mengantungi duit lanang. Kalau nanti saya pensiun bagaimana caranya punya duit lanang, bu?''.

Pertanyaan itu dilontarkan Sunarto pegawai Dinas Pengairan UPTD Bener, Purworejo dalam acara pembekalan purna tugas PNS di pendapa kabupaten, Kamis kemarin. Acara itu sengaja diperuntukkan bagi para pegawai yang sudah atau hampir memasuki pensiun dalam tahun ini.

Dalam acara itu dihadirkan psikolog Dra Dewi Dersonolo PHd dari Yayasan Ginong Pratidina, Yogyakarta. Sementara PNS yang diundang sebanyak 85 orang guru dan 15 pegawai instansi/dinas yang hendak pensiun. Dalam kesempatan itu mereka masing-masing diberi tali asih berupa uang tunai Rp 500 ribu dari Pemkab.

Pertanyaan tadi tak urung memancing tawa peserta yang hadir. Sunarto berterus terang akan kesulitan menyisakan uang saku bagi dirinya karena sudah tidak ada tambahan penghasilan. Beda dengan saat dia masih aktif sebagai PNS.

Oleh psikolog tersebut, Sunarto diminta membenahi manajemen keuangan rumah tangganya. Diberikan contoh, seandainya menerima pensiun Rp 1 juta maka Rp 500 diserahkan istri. Selebihnya bisa saja Rp 250 ribu untuk modal usaha dan sisanya untuk uang saku.

''Silakan dibagi secara transparan,'' pesan Dra Dewi.

Mengalami Kesulitan

Dra Dewi memaklumi bagi seseorang yang memasuki masa pensiun akan mengalami kesulitan penyesuaian. Maka dia anjurkan untuk selalu berdoa dan berzikir qalbu. Zikir itu sendiri harus dilafalkan dalam hati, tidak perlu selalu diucapkan.

Diingatkan pula, dalam keadaan senang atau susah harus ingat dirinya sebagai hamba Allah, Tuhan Yang Maha Esa. ''Anda harus berusaha selalu berpikiran lurus dan ingat pada Tuhan. Kalau tidak ingat Tuhan ya fikirannya akan belok,'' tuturnya.

Untuk menghindari emosi, dia berpesan, bisa diatasi dengan cara olah nafas dan rasa hayati nafas. ''Kita tarik nafas sampai perut mengembung dan dilepas nafas sampai perut mengempis,'' katanya.

Ketika melakukan olah nafas itu disarankan sambil merasakan detak jantung. Kecuali itu sambil berzikir qalbu. Upaya lain agar jalan fikirannya lega yakni berusaha makan makanan yang halal. ''Itu untuk mengendalikan emosi''. (yon-76)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA