logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 11 Juni 2004 KEDU & DIY
Line

Gus Sholah: Peraturan Jangan Terlalu Ketat

  • Agar Memperoleh Kebebasan

BOROBUDUR-Cawapres KH Ir Salahuddin Wahid meminta peraturan kampanye jangan terlalu ketat, sehingga para capres/cawapres tidak terlalu dibatasi dan mereka memperoleh kebebasan.

''Yang saya tahu, tidak boleh kampanye malam hari. Tetapi menurut saya, yang penting kampanye itu tidak merongrong negara, tidak mempermasalahkan Pancasila, tidak menghujat orang lain, tidak memfitnah,'' katanya, Kamis (10/6).

Ditemui sebelum kampanye di Lapangan Tegalrejo, Kabupaten Magelang dia mengatakan, setelah putaran pertama pilpres muncul dua pasangan capres/cawapres.

''Dua pasangan itu sebaiknya duduk bersama KPU dan Panwas, agar mereka diberikan ruang yang lebih bebas untuk bergerak menyampaikan pikiran-pikiran.'' ujarnya.

Adik Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid, Ketua Dewan Syuro DPP PKB-Red) itu merasa pembatasan kampanye pilpres sangat ketat. ''Saya datang dipanggil Panwas Pemilu Semarang, padahal saya merasa waktu itu tidak kampanye,'' tandasnya.

Padahal setelah itu bersama cawapres Siswono Yudohusodo (yang berpasangan dengan capres Amien Rais) diundang UGM Yogyakarta. Bahkan pertemuan itu isinya melebihi kampanye, tetapi tidak ada teguran dari Panwas Pemilu.

Dia mengajak untuk tidak perlu saling menyalahkan. Yang penting bagaimana mengatur ke depan, sehingga bisa memberikan kesempatan sebanyak-banyaknya kepada masyarakat untuk mengetahui apa yang akan diperjuangkan para capres/cawapres.

Akan Dibicarakan Lagi

Ditanya tentang kabinet yang disusun Wiranto, Salahuddin Wahid yang akrab disapa Gus Sholah itu mengatakan akan dibicarakan lagi, karena hal itu belum pasti. Secara pribadi dia menganggap soal kabinet terlalu pagi.

''Saya dengar orang begitu calon muncul pindah channel. Kan mubazir, ha... ha.. ha..,'' kata dia yang didampingi Ketua Umum DPP PKB KH Alwi Shihab, Ketua DPC PKB KH M Yusuf Chudlori dan Ketua Dewan Syuro DPC KH Sholikun.

Karena Ketua Dewan Syuro PKB Jateng KH Abdurahman Chudlori, yang juga Pengasuh Pesantren API Tegalrejo sedang umrah, melalui handphone dia meminta warga PKB mendukung KH Salahuddin Wahid sebagai cawapres, yang berpasangan dengan capres Wiranto dari Partai Golkar.

Sementara itu fungsionaris DPP Partai Golkar Slamet Effendi Yusuf mengatakan keyakinannya, PKB dan Partai Golkar bersatu, Indonesia akan menjadi negara aman dan makmur.

Dari Magelang rombongan tim kampanye Gus Sholah ke Kebumen untuk kegiatan yang sama.(pr-76k)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA