| Jumat, 11 Juni 2004 | INTERNASIONAL |
Buaya Sitaan Laku Rp 1,3 MBANGKOK - Lebih dari 3.000 buaya - yang disita dari peternakan buaya milik seorang gembong narkoba Thailand - dilelang kepada umum, Kamis kemarin. "Ini lelang yang jarang terjadi, sebab obyeknya buaya," kata Menteri Kehakiman Pongthep Thepkanjana di peternakan buaya itu, yang terletak tidak jauh di utara Bangkok. "Kami melelang buaya-buaya ini, sebab hewan-hewan tersebut berkaitan dengan kegiatan perdagangan gelap narkotik," katanya, kepada Reuters Television. Sebanyak 9.200 buaya dan 100.000 ikan lele disita oleh para pejabat penegak hukum Thai, dalam aksi pembersihan terhadap jaringan perdagangan narkoba, tahun lalu. Para gembong narkoba negeri itu "mencuci" kekayaan ilegal mereka lewat bisnis legal, seperti budi daya buaya, burung unta, ikan, dan jaringan toko perhiasan. Lebih dari 2.000 tersangka pengedar narkoba tewas dalam aksi pembersihan yang dilakukan para petugas penegak hukum, tahun lalu. Banyaknya korban tewas itu membuat berang kelompok-kelompok HAM. Kelompok-kelompok tersebut menuding polisi Thailand bertindak keterlaluan yang bertentangan dengan hukum. Namun pemerintah dengan tegas menampik tudingan itu. Pada pelelangan 3.000 lebih buaya itu, Kamis kemarin, hanya ada tiga penawar yang tampil. Mereka hanya membayar 5,8 juta baht (sekitar Rp 1,3 miliar), jauh di bawah 10 juta baht yang diharapkan para pejabat pemerintah. "Sekalipun harga penawarannya rendah, kami memutuskan menjual buaya-buaya itu. Sebab, kami tidak mau menanggung biaya pemeliharaan yang tinggi. Kami sudah banyak mengeluarkan uang untuk memberi makan hewan-hewan tersebut selama 15 bulan terakhir," kata Kolonel Polisi Kovit Piromwongse, kepala Unit Antipencucian Uang Kepolisian Thailand. Buaya HK Ditangkap Sementara itu, para petugas konservasi Hong Kong (HK) akhirnya Kamis kemarin berhasil menangkap seekor buaya setelah berbulan-bulan melakukan perburuan yang melelahkan. Reptil tersebut diduga binatang peliharaan seseorang, yang belakangan dibuang oleh pemiliknya karena sudah bosan atau karena tidak sanggup lagi memeliharanya. Banyak penduduk yang memergoki buaya itu berenang di sungai atau rawa-rawa di kawasan New Territories. Para petugas konservasi alam sudah mencoba berbagai cara untuk menangkapnya, termasuk memasang perangkap yang diisi umpan ayam. "Ya, kami akhirnya berhasil menangkap buaya tersebut," kata seorang jubir Departemen Perikanan dan Pertanian Hong Kong. Buaya sepanjang 1,5 meter itu diberi nama "Croc Croc Chan", sesuai dengan nama marga (Chan) suatu keluarga yang kali pertama memergokinya, Oktober 2003 lalu. Reptil tersebut menjadi bintang media massa di Hong Kong, kota yang lebih termashur dengan gedung-gedung pencakar langit dan kehidupan malamnya daripada faunanya. (rtr-ed-30) |