logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 09 Juni 2004 PANTURA
Line

Ayah Bunuh Diri, Anak Tak Mau Ikut UAN

INDRA NOVAN (12) hanya tergeletak tiduran di kursi panjang depan rumahnya. Padahal, siang itu siswa kelas VI SDN 2 Kandang Panjang tersebut mestinya harus mengikuti ujian akhir nasional (UAN) di sekolahnya. Namun, pihak sekolah memperbolehkan tidak mengikuti UAN mengingat anak itu tak ada persiapan belajar. Mengapa? Sebab, siang hari sebelumnya, Indra ditinggal ayahnya, Masruri (41) pergi untuk selama-lamanya.

Yang membuat trauma lelaki kelahiran 20 November 1991 itu yang memergoki kali pertama ayahnya gantung diri di kamar mandi, hari Senin (7/6). Ketika itu leher ayahnya terlilit seutas tali dan menggantung di usuk. Melihat keadaan ayahnya itu anak tunggal tersebut pun lemas dan berteriak keras. Dia lari keluar rumah minta tolong kepada tetangga. Puluhan tetangga pun berdatangan membantu melepas tali. Namun sayang, Masruri sudah meninggal.

Sejak itu, Indra yang semula periang menjadi pendiam. Kadang-kadang dia melamun.

Indra mengatakan, sebenarnya dia akan melanjutkan sekolah di SMP 4 Pekalongan. Pilihan itu sebagaimana diarahkan ibunya. Namun, sepeninggal ayahnya, dirinya belum bisa menentukan lagi. Apalagi, dia belum mengikuti UAN. "Kalau dapat, saya akan mengikuti UAN susulan, seperti dikatakan pak guru," aku Indra.

Yuni menandaskan, sekolah Indra tetap akan menjadi tanggung jawabnya. "Saya akan berusaha agar Indra tetap melanjutkan sekolah. Apalagi, sebelum meninggal, suaminya (Masruri) sudah menyerahkan uang Rp 500.000 untuk membayar seragam sekolah di SMP mendatang," katanya.

Tak Ada Masalah

Yuni menceritakan, kematian suaminya itu sungguh mengejutkan. Sebab, dirinya merasa tidak memiliki masalah dengan staf TU Universitas Pekalongan tersebut. "Sebelum ditemukan menggantung di kamar mandi, saya pamitan akan berbelanja di pasar," tutur Yuni.

Bahkan, para tetangga pun ikut terkejut. Sebab, selama ini lelaki itu juga tidak memiliki masalah dengan tetangga. Shalat lima waktu pun dia jalani rutin. "Sepertinya saya tak percaya suami saya sudah meninggal," ujar Yuni.

Sementara itu, Kapolsek Pekalongan Utara Iptu Juharno SH yang ditemui mengatakan, mayat Masruri ditemukan di kamar mandi di belakang rumahnya. Lelaki itu ditemukan anaknya sekitar pukul 13.00. Diperkirakan, Masruri meninggal satu jam sebelumnya. Dari kejadian itu, jenazah lelaki tersebut langsung diautopsi dan sorenya dimakamkan oleh keluarganya.

Melihat fakta di lapangan, diperkirakan lelaki yang bekerja di Unikal 15 tahun itu benar-benar bunuh diri. Sebab, tidak ada luka-luka di tubuhnya kecuali di lehernya. Selain itu, lidahnya juga menjulur keluar, sehingga polisi yakin kematian Masruri benar-benar akibat bunuh diri. (Trias Purwadi-20e)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA