| Rabu, 09 Juni 2004 | PANTURA |
Harga Ikan Naik 20%PEKALONGAN - Berkurangnya produksi ikan oleh nelayan-nelayan Pekalongan ternyata membuat harga ikan sedikit tinggi dibandingkan sebelumnya. Sejak pemilu April lalu hingga sekarang, harga ikan meningkat sekitar 10%-20%. "Hal ini sedikit melegakan para nelayan. Namun apa pun yang terjadi, kalau hasil tangkapan sepi pendapatan yang diperoleh juga turun," kata beberapa nelayan yang ditemui kemarin. Berdasarkan lelang kemarin, harga ikan layang berkisar Rp 5.000 sampai Rp 5.500 per kilo. Kemudian ikan banyar antara Rp 7.000 - Rp 8.000. Harga itu sebelumnya jarang terjadi kecuali saat pasar ikan sepi. Namun, sedikitnya ikan yang ditangkap membuat hasil lelang yang diperoleh sedikit. "Kami hanya menerima bagian sekitar Rp 200 ribu. Padahal, saat hasil tangkapan halong (istilah hasil tangkapan melimpah) pendapatan bisa mencapai Rp 300 ribu bahkan lebih," ujar Solichin, anak buah kapal di Pekalongan, kemarin. Meski demikian, kenaikan harga ikan itu tetap membanggakan. Sebab kalau tidak naik, nasib nelayan akan terpuruk. Menurun Kepala Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pekalongan, M Kisbadi Said yang ditemui kemarin mengatakan, produk ikan di TPI diakui sedang menurun. Hal itu terjadi sejak awal tahun ini. Karena itu, wajar jika produksi sampai Mei 2004 ini hanya 4.101 ton atau senilai Rp 14,04 miliar. Untungnya, penurunan hasil tangkapan itu diimbangi oleh kenaikan harga ikan. Adapun ikan yang banyak dilelang di TPI biasanya jenis banyar, layang, dan tongkol. Harga ikan itu meningkat rata-rata Rp 1.000/kg. Kini harga ikan layang Rp 5.000 - Rp 5.500, banyar Rp 7.000-8.000, lemuru Rp 3.500 - Rp 4.500, tanjan Rp 3.000 - Rp 4.000, tongkol Rp 6.000 - Rp 7.000. Adapun harga tengiri mahal yakni antara Rp 15.000 - Rp 17.500 sedangkan bawal Rp 5.000 - Rp 7.000. Kenaikan itu, lanjut dia, sebagaimana hukum ekonomi: Jika barang berkurang (sedikit) sedangkan konsumen banyak, secara otomatis harga akan meningkat. Dia juga menyatakan, lelang yang terjadi pada Juni ini antara 20-30 kapal. Ini berkurang dibandingkan tahun 2003 yang mencapai 30-40 kapal, baik kapal sopek, mini pursesaine, maupun pursesaine. Adapun pedagang ikan (pembeli) sekitar 125 pedagang per hari, baik pedagang lokal maupun luar kota. Bahkan beberapa hari terakhir, pedagang dari Tangerang, Karawang, Cirebon, dan Jakarta berdatangan ikut lelang. "Itu terjadi karena hasil ikan secara keseluruhan memang berkurang," katanya. (A15-20i) |