logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 09 Juni 2004 PANTURA
Line

Tunduk pada Instruksi DPP

PEKALONGAN - Wakil Ketua DPC PKB Kota Pekalongan Slamet Imron Ustman SH menegaskan, partainya akan tunduk kepada instruksi DPP untuk mendukung pasangan capres-cawapres Wiranto-Salahuddin Wahid.

Keputusan itu tidak bisa ditawar-tawar lagi. Karena itu, seluruh pengurus partai tidak boleh menjadi tim sukses di luar tim sukses Wiranto-Salahuddin.

"Kalau ada pengurus yang melanggar menjadi tim sukses selain Wiranto-Salahuddin, sesuai dengan instruksi DPP akan diberi sanksi administrasi dari partai," katanya.

Dia mengakui, instruksi DPP itu baru diterima pada pekan lalu, Kamis 3 Juni 2004. Saat itu pula hal tersebut langsung disosialisasikan ke DPC. Karena itu, tidak heran jika ada kader PKB yang terkejut mengingat di antara mereka ada yang merasa dicatut sebagai tim sukses Mega-Hasyim. "Secara resmi saya belum mengetahui berapa orang. Namun, informasi yang tersebar di masyarakat ada tujuh orang pengurus PKB di semua tingkatan," katanya.

Meski demikian, sampai kemarin siang dirinya belum menerima surat pengunduran diri ketujuh orang yang dicatut namanya dalam tim sukses selain Wiranto-Salahuddin. "Yang jelas, kalau tetap berada dalam tim sukses Mega-Hasyim, mereka akan dikenai sanksi administrasi," tegasnya.

Sudah Disampaikan

Sementara itu, berkaitan dengan tim sukses tersebut, kata Ketua KPU Kota Pekalongan Drh Kasbollah, sampai kemarin semua tim sukses capres sudah disampaikan kepada KPU, termasuk tim sukses Mega-Hasyim Kota Pekalongan.

Namun, ketika dimintai daftar nama tim sukses semua capres, Kasbollah keberatan.

Hal itu karena nama-nama anggota tim sukses banyak yang dobel dalam tim sukses capres yang berbeda. Selain itu, juga ada anggota tim dari PNS.

Karena itu, KPU akan meminta klarifikasi kepada pimpinan tim sukses agar keanggotaan mereka tidak dobel. "Pokoknya, KPU masih akan meminta kejelasan dari pimpinan tim sukses secepatnya agar masalah itu tuntas," katanya.

Ketika ditanyakan soal tujuh pengurus PKB yang tercatat dalam tim sukses Mega-Hasyim, dia tidak mau menyebutkan. "Itu urusan intern mereka," kata dia singkat. (A15-20e)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA