logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 09 Juni 2004 PANTURA
Line

Mantri Hutan Dibacok Pencuri Kayu

SLAWI - Kasus penganiayaan menggunakan senjata tajam kembali terjadi di wilayah hukum Polres Tegal. Setelah yang menimpa seorang tukang becak (SM,8/6), kemarin seorang mantri kehutanan tersungkur karena dibacok gerombolan pencuri kayu di kawasan hutan Kecamatan Kedungbanteng.

Gerombolan pencuri kayu jati itu, menurut warga sekitar hutan, umumnya berjumlah di atas 20 orang. Mereka membawa peralatan pemotong kayu seperti golok dan gergaji mesin. Mereka sering beroperasi menjelang subuh hingga pukul 06.00 saat patroli polisi hutan (polhut) selesai bertugas.

Kasus pembacokan tersebut ketika Karbini (40), Mantri Kehutanan RPH Kalisalak, Margasari, Kabupaten Tegal, hendak menuju tempat kerja. Dia yang bertempat tinggal di Desa Srengseng, Kecamatan Pagerbarang menyusuri kawasan hutan di Kecamatan Kedungbanteng.

Sekitar pukul 06.00 ketika sampai di pinggir hutan, dia memergoki gerombolan pencuri kayu sedang memangguli kayu jati yang telah terpotong-potong dalam beberapa bagian. Jumlah pencuri sekitar 20 orang.

Diduga, korban yang berpakaian dinas itu grogi ketika berpapasan dengan puluhan pencuri. Sebab para pencuri itu bukannya takut saat kepergok, melainkan justru beringas.

Main Bacok

Keberingasan mereka tunjukkan dengan membacok petugas tersebut. Akibatnya korban menderita luka parah pada bagian kepala. Bacokan tersebut diduga cukup keras. Helm korban tampak hancur sedangkan golok pencuri mampu mengenai kepala. Pencuri tidak hanya melukai korban, tetapi juga beramai-ramai merusak Suzuki Shogun yang dikendarai korban. Seusai melumpuhkan petugas Perhutani, gerombolan pencuri kemudian melarikan diri. Mereka meninggalkan korban yang terluka parah di lokasi kejadian.

Tidak lama kemudian, Karsono seorang rekan korban dan rekan-rekan lainnya melintas di lokasi kejadian. Mereka menemukan Karbini terkapar dan mengeluarkan darah dari kepalanya.

Mereka pun langsung membawa korban ke rumah sakit dr Soeselo, Dukuhringin, Slawi. Kini korban dalam kondisi kritis. Beberapa rekan korban mengatakan, para pencuri menghilangkan jejak dengan cepat sehingga petugas kesulitan mengejarnya.

"Biasanya mereka menggunakan kendaraan roda empat dan roda dua yang ditaruh di pinggir hutan. Begitu kayu didapat, mereka langsung menghilang dari lokasi pencurian," tutur seorang petugas yang enggan disebutkan namanya. Dia mengatakan kasus pembacokan itu sudah dilaporkan ke Satreskrim Polres Tegal.(D12-17i)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA