logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 09 Juni 2004 PANTURA
Line

Kecewa Laporan Keuangan, 40 Satgas Inti PDI-P Mundur

KAJEN - Karena kecewa terhadap laporan keuangan DPC PDI-P yang digunakan untuk kegiatan satgas selama Pemilu Legislatif, sekitar 40 satgas inti DPC Kabupaten Pekalongan mengajukan surat pengunduran diri.

Beberapa anggota satgas kepada wartawan mengaku risi berkenaan dengan laporan tentang penggunaan dana kegiatan yang jumlahnya sangat besar dan tidak sesuai dengan praktiknya. "Bagaimana tidak risi, dalam laporan dana yang diberikan kepada kami sangat besar, padahal setiap kegiatan kami cuma menerima Rp 10.000," tutur salah seorang anggota satgas yang menolak disebutkan namanya.

Dia menilai ada mark-up dalam laporan tersebut. Wakil Komandan Satgas Kusbandrio mengatakan, memang banyak anggota satgas yang kecewa atas sikap pengurus DPC, termasuk dirinya. Keresahan dari anggota satgas, termasuk soal dana kegiatan sudah disampaikan ke DPC, namun selalu tidak digubris.

Aspirasi dan masukan satgas tidak pernah ditanggapi koordinator satgas, sehingga 40 anggota inti terpaksa mengirimkan surat penguduran diri yang ditandatangani bersama.

Koordinator Satgas DPC PDI-P M Nurkholis ketika dikonfirmasi membenarkan adanya anggota satgas yang mengajukan pengunduran diri. Namun, jumlahnya tidak banyak. "Anggota Satgas PDI-P itu ada 400 orang, jika yang mundur 40 itu kan hanya sekitar 10%," tandasnya.

Tidak Benar

Dia mengaku sudah menerima surat pengunduran diri tersebut, namun hingga kini belum ditanggapi. Pasalnya, alasan mereka tidak masuk akal. Penggelembungan atau tuduhan mark-up tidak benar, karena uang yang diberikan untuk satgas jumlahnya bervariasi, tergantung jenis kegiatannya.

"Jika kegiatannya besar dan satgas yang bertugas sedikit, otomatis dana yang diberikan lebih banyak. Selama ini uang yang diberikan untuk tiap orang tidak pasti, kadang Rp 10.000, ada pula kadang Rp 20.000," jelasnya.

Kepala Departemen Pemenangan Pemilu DPC PDI-P Kabupaten Pekalongan Dulmanan mengatakan, mengundurkan diri seseorang dari organisasi termasuk organisasi politik, adalah hak pribadi. "Jadi, jika ada yang mau masuk atau mundur dari Satgas PDI silakan saja," ujarnya saat ditemui di sela-sela peresmian Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan.

Dulmanan yang saat ini masih menjabat Ketua DPRD mengemukakan, dia juga telah menerima surat penguduran diri anggota satgas itu. Namun, dia mengaku tidak mengaggap itu sebagai masalah besar, karena hal itu merupakan hak pribadi masing-masing. "Jadi, sekali lagi jika mau mundur silakan saja dan itu sah-sah saja. Tak usah dibikin sulit," tegasnya.

Menurut Dulmanan, seharusnya para kader PDI-P berkonsentrasi pada Pemilu Presiden 5 Juli dan tidak memperkeruh keadaan. Sebab, bagimanapun soliditas partai sangat diperlukan untuk memenangkan Megawati Soekarnoputri. "Jika kecewa terhadap sistem yang ada akan lebih baik kalau melakukan upaya memperbaiki keadaan. Bukan dengan cara mundur begitu saja." (G16-17k)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA