logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 09 Juni 2004 PANTURA
Line

Argo Anjlok, Penumpang Dialihkan Naik Bus

TEGAL- Kereta api (KA) Nomor 03 Argo Bromo jurusan Surabaya-Jakarta, kemarin sekitar pukul 02.30 anjlok di stasiun Tegal. Dua gerbong terakhir dari delapan rangkaian keluar rel, ketika melintas di wesel (poros pemindahan jalur) atau tepatnya 100 meter arah timur stasiun. Akibat kejadian itu, dua gerbong yang sarat penumpang tersebut terlepas dari rangkaian lainnya.

Menurut keterangan beberapa saksi di lokasi kejadian, anjloknya dua gerbong yang ditarik dengan Loko seri CC-20338 itu sampai menimbulkan suara cukup keras akibat benturan besi. "Suara yang saya dengar sangat keras. Seperti ada benturan benda berat. Ternyata, gerbong kereta anjlok," kata Budiharto (35), warga Jl Kol Soediharto, Kota Tegal.

Kejadian tersebut juga mengakibatkan KA Harina jurusan Bandung-Semarang yang datang dari barat tertahan empat jam di stasiun Tegal. Kepala Stasiun Sukairi memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Lantas, bagaimana nasib penumpang dua gerbong tersebut? Dia menjelaskan, sekitar 80 penumpang yang ada di gerbong nomor tujuh dan delapan, saat itu juga dievakuasi.

Mereka kemudian dipindahkan ke gerbong lain yang tidak anjlok. Selanjutnya, gerbong tersebut pukul 03.30 diberangkatan ke Jakarta. "Tak kurang dari dua jam, Argo Bromo bisa diberangkatkan karena Loko tidak sampai ikut anjlok. Pada saat itu, kebetulan KA Harina baru tiba dari Bandung yang rencananya menuju ke Semarang. Guna mengatasi penumpang Argo yang ada di gerbong tujuh dan delapan, kami langsung menggunakan gerbong Harina," katanya.

Dibatalkan

Adapun 260 penumpang KA Harina terpaksa dialihkan naik bus umum menuju Semarang. "Jika harus menunggu pengangkatan dua gerbong tersebut tentu memakan waktu cukup lama. Maka, kami menyediakan empat bus untuk mengangkut penumpang ke Semarang. Jadi, soal penumpang sudah tidak ada masalah," tambah Sukairi.

Anjloknya KA Argo Bromo juga mengakibatkan pemberangkatan KA Kaligung pukul 05.00 dibatalkan. Ratusan penumpang yang akan menuju ke Semarang terpaksa menggunakan jalur bus umum. Pembatalan tersebut terpaksa diambil, kata Sukairi, karena jalur rel utama yang biasa dilalui KA Kaligung tertutup dua gerbong yang nahas itu. "Pembatalan itu sudah kami sampaikan ke semua penumpang. Dan, mereka yang telanjur membeli tiket semuanya dikembalikan," paparnya.

Sejauh pantauan Suara Merdeka, pihak PT KA Tegal dalam mengevakuasi dua gerbong yang anjlok tersebut harus mendatangkan kereta api khusus Kumbokarno dari Cirebon. Sekitar pukul 08.00, jalur rel kembali normal. Kendati demikian, semua kereta api yang masuk dan keluar dari stasiun Tegal harus melalui jalur tiga. Sebab, poros pemindahan jalur utama masih dalam perbaikan. (G12-17s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA