| Rabu, 09 Juni 2004 | OLAHRAGA |
Bonus Rp 40 Juta untuk Peraih Emas PON XVISEMARANG- Teka-teki mengenai berapa besar bonus yang bakal diberikan kepada atlet Jateng peraih medali di PON XVI Palembang terjawab sudah. KONI Jateng menjanjikan bonus Rp 40 juta untuk sekeping medali emas, perak dihargai Rp 15 juta, dan perunggu Rp 10 juta. Bonus-bonus untuk peraih medali tersebut diperkirakan menelan biaya sebesar Rp 4 miliar, dengan asumsi pada PON XVI 2-14 September mendatang Jateng bisa meraih 70 emas, 50 perak dan 50 perunggu untuk memenuhi target ''3 Besar''. Tetapi yang jelas, dibanding dengan Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun - tahun sebelumnya, jumlah bonus kali ini merupakan rekor. Baru kali ini KONI Jateng menjanjikan bonus sebesar itu. Rekor sebelumnya pada pelaksanaan PON XIII/1993, di mana saat itu satu medali emas dihargai Rp 20 juta. Bonus tahun ini berarti menyamai yang diterima oleh atlet peraih medali emas SEA Games Vietnam, Desember lalu sebesar Rp 40 juta, yang berasal dari KONI Pusat Rp 30 juta ditambah bonus Taufik Kiemas Rp 10 juta. ''Harus diakui, pengorbanan seorang atlet sangatlah besar. Mereka mesti mengorbankan sekolah dan pekerjaan demi nama negara, bangsa dan daerahnya. Jadi sekarang sudah saatnya menempatkan atlet di posisi yang layak,'' tutur Ketua KONI Jateng RM Aning Sunindyo di Kantor KONI, kemarin. Tapi, Aning tak bisa menjamin bahwa bonus yang akan diterima para atlet Jateng itu merupakan yang terbesar di Indonesia, karena dia belum tahu berapa bonus daerah-daerah lain. Sepak Bola KONI Jateng berani mengumumkan besarnya bonus, setelah kemarin melakukan rapat dengar pendapat dengan Komisi E DPRD Jateng di Gedung Berlian, yang pimpin oleh Ketua Komisi E Saiful Bahri. Dalam perubahan APBD 2004, KONI Jateng mengajukan anggaran senilai Rp 8,27 miliar, kemudian dipotong Rp 100 juta. Pemotongan anggaran tersebut karena anggaran untuk cabang sepak bola dipandang terlalu tinggi. Sebelumnya, cabang sepak bola mengajukan anggaran ke KONI sebesar Rp 1,9 M, sedangkan yang disetujui hanya Rp 1,7 M. Diakui cabang yang paling populer di masyarakat ini butuh dana yang tinggi, karena harus menarik beberapa pemain yang kini sedang bergabung dengan klub - klub profesional, seperti Johan Prasetyo (Persik Kediri), Supriyono ( Persikota), Waluyo dan Jimmy Suparno (Deltras), Dwi Adhi Yuwono, Basuki (PSIS), Rudi Widodo, M Husein, Maman Abdurahman, Yudi, Modestus Setyawan (Persijatim). Itu belum termasuk pemain dari PSIM dan Persijap Jepara. ''Semula DPRD tidak setuju kalau cabang sepak bola diberangkatkan, dengan pertimbangan biayanya terlalu tinggi,'' lanjutnya. ''Tapi PON tanpa sepak bola akan terasa hambar.'' Dana sebesar Rp 8,170 M tersebut, Rp 4 M untuk bonus atlet, sisanya untuk membeli peralatan dayung, menembak, wushu dan peralatan cabang lain, raparda, bantuan kepada pengda - pengda. (C16-77) |