logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 09 Juni 2004 OLAHRAGA
Line

Tiga Penyerang Coba Dimaksimalkan

  • Hari Ini Lawan Puslat

SEMARANG-Pola 3-5-2 tetap akan menjadi andalan utama PSIS dalam pertandingan-pertandingan pada putaran kedua nanti. Meskipun demikian, Pelatih Herry Kiswanto juga menyiapkan pola lain, seperti 4-4-2 dan 3-4-3. Menurut rencana, pola 3-4-3 dipakai saat Sasi Kirono dan kawan-kawan menghadapi Puslat PSIS dalam pertandingan uji coba, Rabu (9/6) sore ini, di Stadion Jatidiri Semarang.

Herry mengemukakan, dengan pola tersebut, pasukannya akan mengandalkan tiga striker sebagai trisula penggempur pertahanan lawan. Itu dipilih karena para striker yang dimilikinya dinilai berkualitas lebih.

Baik Indriyanto Nugroho, Roberto Kwateh, Purwanto maupun Khusnul Yaqien mempunyai keterampilan individu dan fighting spirit yang baik. Selain itu, kerja sama dan koordiasi mereka juga solid, seperti terlihat dalam game yang digelar saat latihan. Karena itu, kelebihan yang mereka miliki tersebut akan dimanfaatkannya dengan menguji coba pola 3-4-3.

"Striker PSIS sangat baik, sehingga saya akan coba memakai pola itu. Dengan tiga striker tersebut saya harap permainan dan serangan tim lebih hidup," ungkapnya.

Selain mengandalkan striker yang tajam, pola itu disebutnya membutuhkan gelandang yang bertenaga. Kebetulan stamina para pemain tengah seperti Ricardo Bonavides, Khair Rifo, Darwin Perez, dan M Irfan juga sangat prima. Tentu itu mendukung penerapan pola 3-4-3.

Mereka bisa mendukung serangan dan membantu pertahanan, sehingga keseimbangan lini tengah tercapai. "Konsekuensi pola ini, pemain gelandang harus mempunyai stamina prima. Sebab, mereka harus bergerak cepat untuk membantu serangan dan pertahanan. Sepertinya, kondisi para gelandang saat ini memenuhi persyaratan tersebut," kata mantan pemain klub Galatama, Kramayudha Tiga Berlian itu.

Petrokimia Putra

Dalam pertandingan uji coba lawan Puslat tersebut, dia tidak mengutamakan hasil akhir. Mantan kapten timnas itu hanya ingin melihat kemampuan individu anak-anak asuhannya guna pembentukan kerangka tim untuk putaran kedua.

Selama ini kerangka tim yang digunakan dalam pertandingan uji coba masih berdasarkan kebiasaan pemain di putaran pertama. Pada putaran kedua nanti tidak menutup kemungkinan kerangka tim akan berubah. Semua potensi pemain akan dimanfaatkan dan dimaksimalkan.

"Kami hanya ingin melihat kemampuan individu seluruh pemain. Saya berharap pemain serius dalam pertandingan uji coba. Soal kalah atau menang tidak masalah. Itu bukan target utama kami," jelasnya.

Selain Puslat PSIS, dalam minggu ini Sasi Kirono dan kawan-kawan juga akan ditantang POP pada Jumat (11/6) besok. Dia memang sudah mengagendakan pertandingan uji coba dua kali dalam seminggu.

Beberapa kesebelasan seperti Persis Solo dan Persibat Batang pun sudah dihubungi. Selain itu, Petrokimia Putra yang pernah menjadi juara KLI VIII dan saat ini terdegradasi ke Divisi I pun ditantang. Dalam pertandingan uji coba yang diagendakan itu, Herry menginginkan para pemainnya siap menghadapi tekanan-tekanan. Hal itu diperlukan untuk menguji mental bertanding mereka.

"Petrokimia juga sudah kami hubungi. Bertanding di Gresik atau Semarang tidak masalah. Kami siap. Soal kapan pertandingan uji coba tersebut digelar, hingga saat ini belum diputuskan," ujarnya. (H13-22e)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA