| Rabu, 09 Juni 2004 | NASIONAL |
Langka, Venus Melintasi Permukaan Matahari
LONDON - Planet Venus melintasi permukaan Matahari, Selasa kemarin. Peristiwa alam yang jarang terjadi tersebut memberikan pemandangan menakjubkan kepada para pengamat bintang dari Australia, Timur Tengah, sampai Afrika. Mereka baru kali pertama ini menyaksikan kejadian tersebut. Ratusan orang di berbagai belahan dunia terpesona menyaksikan fenomena alam tersebut. Mereka menggunakan teleskop, kamera dan kaca mata khusus, untuk melihat Venus yang mulai muncul pada pukul 0520 GMT (1220 WIB). Planet itu terlihat dalam bentuk noktah hitam kecil di bagian bawah Matahari, pada awal perjalanannya melintasi Matahari. ''Pagi ini, kami menyaksikan Venus kali pertama melintasi Matahari sejak 1882. Hingga kini, tak seorang pun yang masih hidup pernah melihat kejadian tersebut,'' kata Dr Robert Massey, dari Observatorium Kerajaan Inggris di Greenwich. Lebih dari 100 orang berkumpul di halaman gedung itu untuk menyaksikan fenomena alam tersebut. Sejumlah fotografer dengan lensa telefoto dan kru televisi mengabadikan peristiwa tersebut. Orang-orang antre dengan sabar ketika para orang tua mengangkat anak-anak mereka yang masih kecil, agar dapat melihat melalui teleskop, yang ditempatkan di halaman observatorium tersebut di pagi yang cerah dan hangat. Sangat Misterius Sebagian lainnya menggunakan kaca mata khusus yang diberikan oleh staf observatorium untuk menyaksikan kejadian menarik tersebut.''Ini sangat misterius,'' kata Hiroyuki Narasawa, wisatawan Jepang, setelah mengamati langit melalui kamera dan teropong kertas. Di Australia, hari telah beranjak sore ketika 40 pengamat amatir perbintangan berkumpul di rumah Jos Roberts, di utara Sydney. ''Saya merasa sangat istimewa karena hidup pada waktu dan di tempat yang tepat, untuk melihat pemandangan tersebut tanpa diganggu kabut atau hujan,'' kata Roberts, yang bersulang sampanye dengan rekan-rekannya. Di Timur Tengah, murid-murid sekolah berkumpul di daerah perbukitan, pinggiran Beirut, untuk menonton perjalanan Venus tersebut, dengan kaca mata gelap. Proses Venus melintasi Matahari tersebut hanya bisa dilihat sepotong-sepotong di benua Amerika. Peristiwa persinggahan Venus di permukaan Matahari terjadi empat kali setiap 243 tahun. Dua kali terjadi pada bulan Desember, dengan selisih waktu delapan tahun. Dan 121,5 tahun kemudian proses tersebut terjadi lagi pada Juni. Delapan tahun setelah itu, Venus kembali melintasi Matahari, juga pada Juni. Persinggahan Venus akan terjadi lagi pada Juni 2012, tetapi tidak akan terlihat di sebagian besar belahan dunia. Pada masa lalu, para ilmuwan mengukur jarak Bumi dari Matahari, dalam satuan unit astronomi (UA), dengan hasil penghitungan durasi peralihan Venus dari garis lintang-garis lintang yang terpisah. Kapten Inggris James Cook berlayar ke Tahiti dalam suatu ekspedisi khusus, untuk mengamati persinggahan Venus pada 1769. Kali ini, para pengamat di seluruh dunia juga akan menghitung waktu perlintasan Venus dan mengulangi penghitungan bersejarah tersebut. Antre Kejadian alam saat persinggahan venus di matahari juga menarik warga masyarakat Bandung dan sekitarnya. Ratusan orang sengaja mengunjungi kawasan peneropongan bintang Bosscha Bandung sejak pagi hari. Tua, muda, anak-anak, baik sendiri, berpasangan, maupun berombongan, antre untuk melihat kejadian langka tersebut. Namun sayang langit di atas kota Lembang, Kabupaten Bandung, tempat lokasi Bosscha, kurang bersahabat. Kadang cerah, kadang mendung. Bahkan, saat kontak pertama terjadi sekitar pukul 12.15 WIB, prosesnya tidak bisa diamati secara jelas. Secara tiba-tiba bintik hitam di piringan matahari terlihat di sisi kiri sebelah atas. Selama enam jam, bintik hitam itu melintas di piringan matahari dilihat dari bumi, dengan arah dari kiri ke kanan. "Arahkan pandangan ke pojok kiri atas, Dik. Ada bintik hitam kan? Nah itu venus," kata seorang mahasiswa saat membimbing seorang anak usia 9 tahun yang sedang mengintip di lubang teropong. Saat si anak kecil akan mengikuti petunjuk itu, tiba-tiba saja terdengar keluhan. "Yah mendung lagi," keluhnya. Pihak UPT Bosscha menggunakan empat teropongnya, termasuk teropong paling canggih yang mereka miliki jenis Goto Cassegrain 89. Tapi untuk mengamati persinggahan venus, di teropong itu hanya dipasangi lensa 300 mm, yang ditunjang filter ideal yang mampu mereduksi pancaran sinar matahari secara sempurna. Hasil tangkapan dari teropong tersebut, kemudian ditransfer ke ruang pertunjukan yang bisa menampung 50 orang, sehingga proses persinggahan venus bisa diamati lebih jelas. Terlebih petugas dari Bosscha dan Departemen Astronomi ITB melengkapinya dengan penjelasan. Persinggahan Mars Kepala Observatorium Bosscha Dr Danny Herdiwijadja menjelaskan, fenomena persinggahan venus berlangsung 122 tahun sekali. Kejadian terakhir pada 1882. Namun fenomena sejenis berikutnya bakal terjadi pada 2012. Setelah itu baru terlihat lagi pada 2117. Secara sederhana, persinggahan venus ibarat gerhana matahari. Bedanya, posisi lurus bumi, bulan, dan matahari, komposisinya menjadi bumi, venus, matahari. Karena itu, Venus melewati wajah matahari. "Pengaruhnya ke bumi, tidak ada. Misalnya, sinar matahari menjadi redup, karena ukuran venus memang lebih kecil dari bumi, yakni 1/100," kata Danny. Manfaat yang bisa diperoleh dari fenomena itu bagi kalangan astronom, kata Danny, salah satunya bisa menentukan jarak antara bumi dan venus. Venus bukan planet asing, karena planet itu banyak mendapat sebutan. Karena planet yang paling terang sinarnya dari bumi, maka ada yang menyebutnya sebagai bintang kejora, bintang timur, bintang barat. Sementara venus berarti dewi kecantikan Romawi Kuno. (rtr,dwi-ben,69t) | ||||