logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 09 Juni 2004 SEMARANG
Line

Warga Pojoksari Demo Kadesnya

KENDAL- Sedikitnya 35 warga Desa Pojoksari, Kecamatan Rowosari, Kendal kemarin (8/6) menggelar aksi unjuk rasa di balai desa itu. Kedatangan puluhan warga yang mengatasnamakan Forum Penyelamat Desa Pojoksari tersebut sehubungan kurang transparannya pengelolaan uang hasil pelelangan tanah banda desa pada 2002 dan 2003.

"Kami juga menyinyalir penggunaan uang dana alokasi umum (DAU) untuk desa tak disalurkan semestinya. Selain itu kami juga meminta penegakan keadilan di Desa Pojoksari, dan pembersihan aparat desa dari korupsi. Perangkat desa yang terbukti korupsi agar dicopot," kata koordinator forum penyelamat Desa Rowosari Achmad Sidkon, kemarin.

Lima wakil pengunjuk rasa diterima dan melakukan dialog dengan Kades Pojoksari Akhmad Kabul dan beberapa perangkatnya. Hadir dalam dialog tesebut, pejabat Muspika Rowosari atau yang mewakili, yaitu Sekcam Rowosari Sugeng Riyadi SH, Kapolsek Iptu Suwarno. Dialog yang dimulai sekitar pukul 09.00 itu cenderung berbelit. Sekitar pukul 12.30 dialog yang dijaga oleh petugas Polsek Rowosari itu selesai.

Kades Akhmad Kabul, saat dimintai konfirmasi seusai dengan acara dialog menuturkan, pihaknya siap dikoreksi bila diduga menyeleweng seperti dituduhkan sebagian warganya. "Saya mengharapkan jika muncul masalah seputar pemerintahan desa untuk dilaporkan langsung kepada saya. Mari berembuk dan mencari jalan keluar bersama."

Pengaspalan Jalan

Dia mengemukakan, dugaan penyalahgunaan DAU Rp 8,5 juta untuk pembangunan saluran air dan gorong-gorong di Dukuh Pojok Tengah itu tak benar. "Uang itu masih utuh saya simpan. Langkah ini ditempuh dengan pertimbangan adanya keinginan sebagian warga untuk pengaspalan jalan desa. Aspirasi ini muncul karena beberapa waktu lalu desa menerima bantuan aspal dari Pemkab. Dana Rp 8,5 juta itu akan disalurkan untuk biaya pendukung pengaspalan jalan."

Namun, karena uang tersebut belum mencukupi, untuk sementara dia simpan terlebih dulu. "Untuk membangun jalan diperlukan pembebasan tanah milik warga. Uang hasil lelang banda desa itu kini masih disimpan salah seorang perangkat. September uang itu akan dikembalikan," jelasnya. (G15-84i)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA