logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 09 Juni 2004 SEMARANG
Line

Karyawan Texmaco ''Sandera'' Atasan

  • Tuntut Gaji April-Mei

KALIWUNGU- Lebih kurang 200 karyawan PT Texmaco Perkasa Engineering (PT TPE) Kaliwungu, Kendal yang hingga kemarin (8/6) beraksi unjuk rasa di kantor perusahaan, "menyandera" Chief President GG Sridaran dan General Manager Muharto. Upaya itu dilakukan setelah aksi sehari sebelumnya tidak memperoleh jawaban dari manajemen perusahaan.

Aksi digelar sebagai perjuangan para karyawan menuntut hak-hak normatif yang belum dibayar perusahaan, seperti gaji April dan Mei, pesangon bagi 169 karyawan yang dikenai pemutusan hubungan kerja massal, dan uang Jamsostek.

"Penyanderaan" dilakukan ratusan karyawan sejak Senin (7/6) sore. Dua pemimpin perusahaan itu tidak diperbolehkan meninggalkan ruang kerja masing-masing dan diharuskan menginap bersama di kantor pabrik produk casting suku cadang mobil itu. Hingga pukul 15.00 kemarin, GG Sridaran dan Muharto masih ditahan ratusan karyawan di kantornya.

"Aksi ini terus kami gelar dan dua pemimpin perusahaan tersebut tetap tidak diperbolehkan meninggalkan kantor sebelum ada kepastian pembayaran hak-hak normatif kami dari manajemen. Aksi ini sudah kami laporkan ke aparat kepolisian terkait dan diberikan dispensasi asalkan berlangsung terkendali dan tertib," kata Ketua Forum SPSI Logam Elektronik dan Mesin (LEM) PT TPE Misbakhun, kemarin.

Dia menejelaskan, pada Senin malam para pejabat Muspika Kaliwungu, yaitu Camat Murdiyono, Kapolsek Sunardi, Danramil, dan staf Kantor Nakerstrans Kendal berusaha menjembatani mereka lewat perundingan. Namun namun upaya itu tak membuahkan hasil.

Dibayar 22 Juni

"Akhirnya kami sepakat 'menyandera' dua pemimpin perusahaan. Kami minta maaf kepada masyarakat dan perusahaan di sekitar perusahaan kami yang merasa terganggu atas unjuk rasa ini. Upaya ini terpaksa kami lakukan untuk mencari kepastian masa depan kami," kata Misbakhun.

Sementara itu, hingga pukul 11.00 kemarin ratusan karyawan masih duduk-duduk di halaman kantor. Sebagian menggelar tikar sambil tiduran. Sebuah kertas berukuran cukup besar dan bertuliskan "kantor ini disegel" tertempel di kaca depan kantor itu. Beberapa poster bernada protes terhadap perusahaan tertempel di pintu gerbang utama pabrik itu.

General Manager Muharto, siang kemarin mengemukakan, pihaknya telah memiliki solusi. "Baru saja saya mendapat kepastian dari kantor pusat, gaji April akan dibayar 22 Juni mendatang. Adapun gaji Mei, kepastian pembayarannya akan diumumkan 22 Juni itu. Jadi, gaji Mei belum dapat dipastikan pembayarannya."

Mengenai pesangon untuk karyawan PHK, lanjut dia, diharapkan akhir bulan ini sudah dapat dicarikan solusi. "Masalah ini akan kami selesaikan secara bipartit." (G15-89)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA