logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 09 Juni 2004 SEMARANG
Line

Dunia Usaha Hanya Bajak Tenaga Kerja

SEMARANG- Kalangan dunia usaha selama ini lebih suka menyalahkan dan membajak tenaga yang sudah berpengalaman kerja ketimbang ikut mempersiapkan tenaga kerja. Tak banyak perusahaan yang mau menyisihkan uang, energi, dan pengalaman untuk ikut memajukan pendidikan, terutama sekolah kejuruan.

Hal itu dikemukakan Komisi Standardisasi Kompetensi Tenaga Kerja Jateng Martin T Teiseran, di depan peserta Lokakarya Membangun Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Unggulan di Lantai 2 Gedung Biro Rektorat Unissula, Sabtu (5/6). Acara yang diadakan Yayasan Badan Wakaf Sultan Agung (YBWSA) dibuka Ketua Umum Yayasan H Hasan Toha Putra MBA.

''Akibat kondisi itu, tenaga kerja berlimpah, sementara pengangguran meningkat. Karena lapangan kerja tidak bertambah, semakin lemah daya saing tenaga kerja,'' kata Martin.

Dalam kondisi seperti itu, lanjut dia, hanya lembaga pendidikan yang memiliki daya saing tinggi yang dapat memenangi persaingan.

Pembicara lain, staf ahli Vocational Education Development Centre Malang Mustaghfirin, Asisten Manajer Toyokom Batang Ahmad Dani ST, dan Suparyanto ST dengan moderator staf ahli Lembaga Pengembangan Usaha YBWSA Ir Budiono.

Martin juga mengatakan, secara umum dunia kerja mensyaratkan tamatan SMK yang berkompeten di bidangnya dan siap bekerja dalam tim.

''Karena itu, selain memiliki pengetahuan dan keterampilan, mereka harus berperilaku baik.'' (C25-89)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA